Ajang Formula 1 kembali menghadirkan drama besar di seri Miami Grand Prix 2026. Kali ini, sorotan tertuju pada pembalap muda Red Bull, Isack Hadjar, yang harus menerima kenyataan pahit setelah didiskualifikasi dari sesi kualifikasi.
๐ Kronologi Diskualifikasi
Hadjar sebenarnya tampil cukup solid di sesi kualifikasi dan berhasil mengamankan posisi P9. Namun, hasil tersebut tidak bertahan lama. Dalam pemeriksaan teknis pasca-kualifikasi (scrutineering), mobil Red Bull RB22 miliknya ditemukan melanggar regulasi.
Masalah utamanya terletak pada bagian floor (lantai mobil) yang ternyata:
- Melebihi batas ukuran yang diperbolehkan
- Sekitar 2 mm lebih lebar dari regulasi FIA
Pelanggaran ini termasuk dalam aturan teknis ketat F1, sehingga FIA langsung menjatuhkan sanksi diskualifikasi.
โ๏ธ Keputusan FIA dan Dampaknya
Karena pelanggaran tersebut:
- Hasil kualifikasi Hadjar dibatalkan sepenuhnya
- Ia harus start dari posisi paling belakang (P22) atau pit lane
- Pembalap lain otomatis naik posisi di grid ััะฐัั
Red Bull sendiri tidak membantah keputusan tersebut. Pihak tim mengakui bahwa ini adalah kesalahan teknis internal dan menegaskan tidak ada niat untuk mencari keuntungan performa.
๐ Dampak bagi Hadjar
Diskualifikasi ini menjadi pukulan besar bagi rookie berusia 21 tahun tersebut, karena:
- Miami adalah trek yang sulit untuk menyalip
- Posisi ััะฐัั sangat krusial untuk peluang finis poin
- Momentum performanya di akhir pekan langsung hilang
Bahkan, akhir pekannya makin buruk setelah ia mengalami kecelakaan saat balapan dan gagal finis.
๐๏ธ Pelajaran untuk Red Bull
Insiden ini menjadi pengingat bahwa di Formula 1:
- Detail sekecil apapun bisa berakibat besar
- Regulasi teknis diawasi sangat ketat
- Kesalahan kecil (hanya 2 mm) bisa menghapus hasil satu sesi penuh
Red Bull pun berjanji akan mengevaluasi proses internal agar kejadian serupa tidak terulang.
