Kisah Awal Karier Asnawi Mangkualam: Ditempa Keras Sang Ayah, Bahkan Tak Diloloskan saat Seleksi Timnas Indonesia U-16

Nikarya
By
3 Min Read

storysport.net

storysport– Kesuksesan Asnawi Mangkualam Bahar tak jatuh begitu saja dari langit. Butuh kerja ekstra keras, kesabaran yang panjang, juga doa yang tak pendek.

Ia tak hanya ditempa orang lain, tapi juga mendapat pengalaman sarat makna dari ayahnya sendiri, Bahar Muharram.

Bahar Muharram adalah legenda PSMS Makassar. Ia memperkuat Juku Eja cukup lama, dari 1990 hingga 2002.

Gantung sepatu, Bahar Muharram tak lantas pergi dari PSM yang telah melambungkan namanya. Ia dipercaya sebagai asisten pelatih dan pernah pula menjadi pelatih fisik.

Seperti kebanyakan orang tua lainnya yang pernah membela klub kebanggaan, Bahar Muharram juga ingin anaknya mengikuti jejak serupa. Tapi tak berjalan mulus.

Bahar Muharram juga pernah tak meloloskan anaknya saat mengikuti seleksi Timnas Indonesia U-16 untuk wilayah Makassar. Asnawi Mangkualam Bahar benar-benar kecewa.

Tapi, belakangan ia sadar, apa yang dilakukan sang ayah pada akhirnya untuk kebaikan masa depannya sendiri.

Kisah Asnawi Mangkualam Bahar meniti karier di balik nama besar serta tempaan keras ayah menjadi kesaksian indah yang ia utarakan via kanal YouTube Hanif Thamrin.

Sempat Marahan dengan Sang Ayah
storysport.net

“Waktu sebelum ke PSM, saya main di Persiba Balikpapan. Nah, sebelum ke PSM tuh, ayah yang sebenarnya yang menawarkan buat ke PSM. Tapi saya enggak mau. Saya bilang, untuk ke PSM kayaknya nanti aja. Karena mungkin pressure-nya lebih besar karena ada ayah juga di sana kan,” kata Asnawi.

“Makanya, seminggu kami enggak ngobrol. Kayak marahan gitu. Dia maksain kan buat di PSM saja. Soalnya dia pengen melihat progresnya saya, biar bisa kontrol. Kalau di luar mungkin agak lebih sulit,” imbuh Asnawi yang kini bermain di Liga Thailand bersama Port.

Menurut Asnawi, ia akhirnya ikut seleksi. Di momen itu pula ia bersua pemain bintang yang pernah memperkuat PSM yang kemudian dipanggil pulang seperti Hamka Hamzah dan Zulkifli Syukur.

“Tetapi pada akhirnya, H-1 atau hari H seleksi PSM, kan itu seleksi 2017 yang Bang Hamka, Zukifli Syukur, semua pada balik yang pemain-pemain senior itu. Nah, hari H baru saya iyakan. Oke saya datang ke tempat seleksi,” tutur Asnawi.

“Terus datang seleksi, akhirnya terpilih sama pelatihnya Robert Rene Alberts. Jadi memang tekanannya lumayan besar,” ia menambahkan.

Share This Article