Nasib pahit dialami Maverick Vinales di awal musim MotoGP 2026.
Setelah sempat percaya diri tinggi, pembalap berjuluk Top Gun itu justru harus mundur dari MotoGP Amerika 2026 akibat cedera bahu yang kambuh.
Cedera Lama Kembali Menghantui
Vinales sebenarnya sempat turun di sesi latihan bebas di Circuit of the Americas, namun kondisinya tidak memungkinkan untuk lanjut.
Masalah serius muncul dari cedera lama sejak GP Jerman musim lalu.
“Sekrup di bahu saya menyentuh jaringan, membuat saya kehilangan tenaga,” ungkap Vinales.
Sirkuit COTA yang dikenal sangat menguras fisik membuatnya akhirnya memilih mundur demi menghindari risiko lebih parah.
Operasi Menanti, Target Comeback di Jerez
Pembalap asal Spanyol itu dijadwalkan menjalani operasi dan menargetkan comeback di seri MotoGP Spanyol di Jerez.
Namun, Vinales menegaskan tidak ingin terburu-buru.
“Saya akan kembali ketika sudah 100 persen pulih,” tegasnya.
Dari Pede Tinggi, Kini Terpuruk
Ironisnya, sebelum musim dimulai, Vinales sempat berada dalam kepercayaan diri tinggi.
Ia bahkan bekerja sama dengan legenda MotoGP, Jorge Lorenzo, sebagai pelatih pribadi.
Lorenzo sempat membuat pernyataan kontroversial:
Vinales disebut lebih bertalenta dan lebih cepat dibanding Pedro Acosta.
Namun realitanya justru berbanding terbalik.
Performa Anjlok, Tanpa Poin
Hingga saat ini, Vinales:
- peringkat 20 klasemen
- 0 poin
- finis ke-16 (Thailand) & ke-18 (Brasil)
Sementara Acosta justru melesat di posisi 3 klasemen dengan 42 poin.
Isu Retak dengan Lorenzo Mencuat
Situasi makin panas dengan munculnya rumor hubungan Vinales dan Lorenzo mulai retak.
Lorenzo bahkan sudah tidak terlihat mendampingi Vinales sejak seri pembuka di Thailand.
Menanggapi isu tersebut, Vinales memilih cuek:
“Saya punya masalah yang lebih serius untuk dipikirkan,” ujarnya.
Peluang ke Tim Pabrikan Terancam?
Sebelumnya, Vinales sempat digadang-gadang naik ke tim pabrikan KTM Factory Racing.
Namun dengan performa saat ini dan cedera yang kambuh, peluang tersebut mulai dipertanyakan.
Apalagi satu kursi dikabarkan sudah diamankan oleh Alex Marquez.
Dari Harapan ke Krisis
Awal musim yang diharapkan menjadi titik kebangkitan justru berubah menjadi krisis bagi Vinales.
Mulai dari:
- cedera kambuh
- performa buruk
- isu internal tim
Semua menjadi pukulan beruntun yang harus segera ia atasi jika ingin kembali bersaing di papan atas MotoGP.
