Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, harus menelan pil pahit pada seri Moto3 Amerika 2026.
Tampil di Circuit of the Americas, Veda gagal finis (DNF) setelah terjatuh saat balapan baru memasuki lap ke-4.
Kesalahan Kecil, Dampak Besar
Insiden terjadi di tikungan 11 ketika Veda membuka gas terlalu agresif saat masih dalam posisi menikung.
“Saya membuka gas terlalu cepat dan kehilangan kendali motor,” ujar Veda.
Kesalahan kecil itu langsung mengakhiri peluangnya, padahal ia memulai balapan dari posisi keempat—modal kuat untuk bersaing di barisan depan.
Sempat Tunjukkan Potensi Juara
Sebelum terjatuh, Veda sebenarnya tampil cukup menjanjikan.
Ia sempat:
- kehilangan posisi di awal
- namun mampu bangkit dan kembali ke rombongan depan
Hal ini membuat manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan apresiasi tinggi.
“Veda memiliki kecepatan untuk bersaing di posisi teratas,” kata Aoyama.
Menurutnya, Veda bahkan punya peluang nyata untuk memperebutkan kemenangan sebelum insiden terjadi.
Double DNF yang Menyakitkan
Bukan hanya Veda, rekan setimnya Zen Mitani juga gagal finis.
Mitani sebenarnya tampil cukup baik dan sempat bertarung di posisi 6–12 sebelum melakukan kesalahan di lap terakhir.
Hasil ini membuat Honda Team Asia pulang tanpa poin dari seri Amerika.
Momentum Terhenti Setelah Podium
Hasil ini terasa makin pahit karena Veda sebelumnya tampil impresif dengan meraih podium di seri Brasil.
Kegagalan di COTA membuat momentum positifnya sedikit terhenti.
Masih Punya Masa Depan Cerah
Meski kecewa, Aoyama tetap melihat sisi positif dari performa kedua pembalapnya.
“Mereka bisa belajar dari pengalaman ini. Ini bagian dari proses perkembangan,” ujarnya.
Veda dinilai:
- memiliki kecepatan
- kepercayaan diri tinggi
- potensi besar untuk bersaing di papan atas
Fokus Bangkit di Jerez
Setelah hasil mengecewakan ini, Veda dan tim akan memanfaatkan jeda singkat sebelum seri berikutnya di MotoGP Spanyol.
Targetnya jelas: kembali lebih kuat dan menjaga peluang di musim 2026.
