Trick Mercedes & Redbull Resmi Di Banned FIA

Serly Maida
3 Min Read
FIA secara resmi melarang trick yang digunakan Red Bull & Mercedes

Trick Mercedes & Redbull resmi di banned FIA menunjukkan bagaimana celah regulasi bisa dimanfaatkan untuk keuntungan kecil. Namun, FIA akhirnya mengambil langkah tegas untuk menghentikan praktik tersebut. Keputusan ini berdampak langsung pada strategi kualifikasi tim-tim papan atas.


Mengapa FIA memutuskan Banned untuk trick Mercedes & Redbull

Awalnya, trik ini berkaitan dengan pengelolaan energi saat sesi kualifikasi. Biasanya, tenaga listrik harus dikurangi secara bertahap mendekati garis finis. Aturan ini bertujuan menjaga stabilitas output mesin.

Namun demikian, Mercedes dan Red Bull menemukan pendekatan berbeda. Mereka mematikan sistem MGU-K melalui mode perangkat lunak yang masih diizinkan. Cara ini memungkinkan tenaga tetap maksimal untuk waktu singkat.

Akibatnya, pembalap mendapatkan tambahan tenaga sekitar 50 hingga 100 kW. Keuntungan ini hanya berlangsung sesaat, tetapi cukup berarti. Dalam kualifikasi ketat, selisih kecil dapat menentukan posisi start.

Selain itu, trik ini memanfaatkan aturan perlindungan mesin. Sistem MGU-K memang bisa dimatikan untuk mencegah kerusakan. Namun, penggunaan tersebut seharusnya hanya untuk kondisi darurat.


Dampak dan Reaksi dari Tim

Selanjutnya, tim-tim lain mulai menyadari penggunaan trik tersebut. Mereka pertama kali mencurigainya pada balapan di Australia. Situasi semakin jelas saat berlangsung di Suzuka.

Beberapa pembalap mengalami masalah setelah menggunakan metode ini. Tenaga mesin menjadi tidak stabil pada lap berikutnya. Bahkan, ada insiden mobil berhenti di lintasan saat sesi latihan.

Hal ini memicu kekhawatiran terkait keselamatan. Mobil yang kehilangan tenaga secara tiba-tiba bisa membahayakan pembalap lain. Oleh karena itu, beberapa tim meminta klarifikasi kepada FIA.

Di sisi lain, Mercedes memilih untuk tidak menggunakan trik tersebut di Jepang. Mereka menilai manfaatnya tidak sebanding dengan risikonya. Selain itu, potensi komplikasi teknis juga menjadi pertimbangan utama.


Keputusan FIA dan Dampaknya ke Kompetisi

Akhirnya, FIA mengeluarkan panduan teknis terbaru. Mereka menegaskan bahwa MGU-K hanya boleh dimatikan untuk masalah nyata. Penggunaan untuk peningkatan performa tidak lagi diperbolehkan.

Selain itu, FIA akan memantau penggunaan sistem ini secara ketat. Data dari setiap mobil akan dianalisis untuk memastikan kepatuhan. Dengan demikian, celah regulasi ini resmi ditutup.

Keputusan ini diharapkan membuat kompetisi lebih adil. Selisih performa antar tim bisa menjadi lebih tipis. Dengan aturan yang lebih jelas, persaingan di kualifikasi akan semakin menarik.

Share This Article