Setelah Salah dan Robertson, Liverpool Bisa Kehilangan 7 Pemain Lagi

Dinarantraxx
2 Min Read

Liverpool 2025/2026: Dari Kandidat Juara Jadi Awal Era Baru di Anfield

Musim 2025/2026 menjadi catatan pahit bagi Liverpool. Datang dengan ambisi besar dan status sebagai salah satu kandidat kuat juara, performa tim justru jauh dari ekspektasi.

Sejak awal kompetisi, inkonsistensi menjadi masalah utama. Meski melakukan belanja besar di bursa transfer, The Reds gagal menjaga stabilitas permainan. Poin-poin penting terus terbuang, membuat mereka tertinggal dalam persaingan papan atas.

Kondisi semakin memburuk saat Liverpool tersingkir lebih awal dari berbagai ajang. Di Premier League, mereka hanya mampu finis di lima besar—hasil yang terasa seperti kemunduran bagi klub sebesar Liverpool. Sementara itu, perjalanan di kompetisi lain seperti Carabao Cup, FA Cup, dan Liga Champions berakhir tanpa kesan berarti.

Di tengah situasi tersebut, pelatih Arne Slot mulai mempersiapkan langkah besar untuk membangun ulang skuad demi mengembalikan kejayaan klub.

Dua Pilar Utama Tinggalkan Anfield

Perubahan besar di tubuh Liverpool ditandai dengan kepergian dua pemain senior yang selama ini menjadi tulang punggung tim, yakni Mohamed Salah dan Andy Robertson.

Salah sebenarnya masih terikat kontrak hingga 2027. Namun, penurunan performa serta kabar ketegangan internal membuat kedua pihak sepakat untuk berpisah lebih cepat. Penyerang asal Mesir tersebut kini dikaitkan dengan sejumlah klub dari Arab Saudi, yang disebut sebagai destinasi paling memungkinkan untuk kelanjutan kariernya.

Di sisi lain, Robertson juga dipastikan tidak melanjutkan kebersamaan dengan Liverpool. Bek kiri asal Skotlandia itu tidak mendapatkan perpanjangan kontrak dan berpotensi melanjutkan karier di London bersama Tottenham Hotspur.

Awal Rekonstruksi Besar

Kepergian dua pemain kunci ini menjadi sinyal dimulainya era baru di Anfield. Liverpool kini dihadapkan pada tantangan besar untuk membangun ulang skuad yang lebih kompetitif.

Arne Slot dituntut untuk menemukan keseimbangan baru dalam tim, sekaligus menghadirkan identitas permainan yang lebih konsisten. Bursa transfer mendatang diprediksi akan menjadi momen krusial dalam menentukan arah masa depan Liverpool.

Musim yang mengecewakan ini mungkin menjadi titik balik. Namun, tanpa langkah yang tepat, proses kebangkitan bisa memakan waktu lebih lama dari yang diharapkan.

Share This Article