Respons Nova Arianto Usai Insiden Tendangan “Kungfu” di Laga EPA U-20

Stefanos Nugraha
3 Min Read

Pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto, angkat bicara terkait insiden kontroversial dalam pertandingan Elite Pro Academy (EPA) U-20 antara Bhayangkara FC U-20 melawan Dewa United U-20 pada 19 April 2026. Ia menegaskan siap mengambil tindakan tegas jika terbukti ada pemain timnas yang terlibat dalam aksi tidak sportif tersebut.

Insiden keras cederai pemain lawan

Kericuhan bermula dari perdebatan di pinggir lapangan yang melibatkan kedua tim. Dalam situasi tersebut, seorang pemain Bhayangkara FC U-20 tiba-tiba berlari dari tengah lapangan dan melakukan tendangan keras ala “kungfu” ke arah pemain Dewa United U-20.

Akibat kejadian itu, pemain yang menjadi korban dilaporkan mengalami cedera berupa dislokasi bahu. Sementara pelaku langsung meninggalkan lokasi usai insiden terjadi, memicu reaksi keras dari berbagai pihak.

Nova Arianto kecam tindakan tidak sportif

Menanggapi kejadian tersebut, Nova Arianto menyayangkan insiden yang dinilai tidak mencerminkan nilai sportivitas dalam sepak bola. Ia menegaskan bahwa tindakan seperti itu tidak layak dijadikan contoh, terutama bagi pemain muda.

Nova juga menyebut pihaknya tengah menelusuri penyebab kejadian tersebut. Jika terbukti melibatkan pemain dari Timnas Indonesia kelompok usia, maka sanksi tegas akan diberikan sebagai bentuk tanggung jawab dan pembinaan disiplin.

Dugaan keterlibatan pemain timnas muda

Berdasarkan rekaman video yang beredar, muncul dugaan bahwa pelaku merupakan salah satu pemain yang pernah masuk skuad Timnas Indonesia U-20. Bahkan, pemain tersebut disebut memiliki rekam jejak positif saat membela tim kelompok usia sebelumnya.

Hal ini tentu menjadi sorotan karena pemain dengan potensi besar diharapkan mampu menunjukkan sikap profesional, baik di dalam maupun luar lapangan.

Evaluasi penting bagi pembinaan sepak bola usia muda

Insiden ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak terkait pembinaan pemain muda di Indonesia. Disiplin, kontrol emosi, dan sikap sportif menjadi aspek yang harus terus ditekankan selain kemampuan teknis.

Nova Arianto berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bersama agar tidak terulang di masa depan dan kualitas sepak bola Indonesia bisa berkembang secara menyeluruh.


Kasus tendangan keras di laga EPA U-20 menjadi sorotan serius dalam dunia sepak bola nasional. Respons tegas dari Nova Arianto menunjukkan komitmen untuk menjaga disiplin dan nilai sportivitas, terutama di level pemain muda yang menjadi masa depan sepak bola Indonesia.

Share This Article