Chelsea Resmi Pecat Liam Rosenior Hari Ini

Raj Pur
By
2 Min Read

Klub raksasa Liga Inggris, Chelsea FC, resmi memecat pelatih kepala Liam Rosenior pada Rabu (22 April 2026) waktu setempat. Keputusan ini diambil menyusul performa buruk tim yang mencapai titik krisis dalam beberapa pekan terakhir.

Pemecatan tersebut diumumkan langsung oleh pihak klub hanya sehari setelah kekalahan telak 0-3 dari Brighton & Hove Albion. Hasil itu menjadi kekalahan kelima beruntun di Liga Inggris tanpa satu gol pun—catatan terburuk klub sejak 1912.

Performa Anjlok, Rekor Buruk Tercipta

Rosenior sebenarnya baru menjabat sejak Januari 2026, namun hanya bertahan sekitar tiga bulan. Dalam periode singkat tersebut, performa Chelsea justru menurun drastis. Mereka kalah dalam tujuh dari delapan pertandingan terakhir di semua kompetisi.

Krisis makin dalam karena tim gagal mencetak gol dalam lima laga liga berturut-turut—sebuah rekor negatif yang belum pernah terjadi selama lebih dari satu abad.

Akibat rentetan hasil buruk ini, Chelsea kini terdampar di peringkat ketujuh klasemen dan terancam gagal lolos ke kompetisi Eropa musim depan.

Kehilangan Dukungan dan Masalah Internal

Selain hasil di lapangan, Rosenior juga dikabarkan kehilangan kepercayaan dari para pemain dan suporter. Ketegangan di ruang ganti serta kritik terhadap taktiknya menjadi faktor tambahan yang mempercepat keputusan manajemen.

Bahkan, tekanan dari fans memuncak setelah kekalahan dari Brighton, dengan tuntutan agar sang pelatih segera dipecat.

Pelatih Interim dan Kandidat Pengganti

Sebagai langkah sementara, Chelsea menunjuk Calum McFarlane sebagai pelatih interim hingga akhir musim.

Sementara itu, sejumlah nama mulai dikaitkan sebagai pengganti permanen, seperti Andoni Iraola, Xabi Alonso, hingga Cesc Fàbregas.

Pemecatan Liam Rosenior menegaskan bahwa Chelsea masih berada dalam fase krisis dan belum menemukan stabilitas. Pergantian pelatih dalam waktu singkat menjadi sinyal kuat adanya masalah lebih dalam di tubuh klub.

Kini, fokus utama The Blues adalah menyelamatkan sisa musim—terutama di ajang Piala FA—sekaligus mencari sosok pelatih baru yang mampu mengembalikan kejayaan klub London tersebut.

Share This Article