Arhan dan Asnawi Absen, Timnas Indonesia Andalkan Pemain Lokal
Keputusan mengejutkan datang dari pelatih John Herdman yang tidak memanggil dua pemain yang merumput di Liga Thailand untuk ASEAN Championship 2025/26.
Dua nama yang dimaksud adalah Pratama Arhan dan Asnawi Mangkualam.
Padahal, keduanya selama ini jadi langganan skuad Garuda.
Faktor Regulasi Jadi Alasan Utama
Skuad Timnas Indonesia untuk turnamen ini diisi 23 pemain yang akan menjalani pemusatan latihan pada 26–30 Mei 2026.
Menariknya, seluruh pemain yang dipanggil berasal dari kompetisi domestik, yakni Super League 2025/26.
Alasannya cukup jelas: ASEAN Championship digelar di luar kalender FIFA, sehingga klub tidak wajib melepas pemain yang berkarier di luar negeri.
Dampaknya, pemain seperti Ramadhan Sananta yang bermain di Malaysia juga tidak masuk daftar.
Cedera Jadi Penghalang Besar
Selain faktor regulasi, kondisi fisik juga jadi pertimbangan.
Asnawi masih berkutat dengan cedera ACL yang dialaminya pada Januari 2026 saat membela Port FC.
Cedera ini dikenal sebagai salah satu yang paling serius bagi pesepak bola, dan hingga kini belum ada kepastian kapan ia bisa kembali ke performa terbaik.
Sementara itu, Arhan sebenarnya sudah mulai pulih.
Ia sempat mengalami cedera meniskus lutut kanan pada Februari 2026. Meski kini sudah kembali berlatih bersama Bangkok United, kondisinya dinilai belum mencapai match fitness.
Fakta bahwa Arhan belum masuk skuad pertandingan sejak pulih jadi sinyal kuat bahwa kondisinya belum siap untuk level kompetitif.
Pintu Belum Tertutup Sepenuhnya
Meski absen kali ini, peluang keduanya untuk kembali ke Timnas Indonesia masih terbuka.
Apalagi untuk agenda FIFA Matchday mendatang, peluang pemain abroad kembali dipanggil jauh lebih besar.
Salah satu nama yang berpotensi masuk adalah Sandy Walsh yang juga berkarier di luar negeri.
Kesimpulan
Absennya Arhan dan Asnawi bukan semata karena performa, tetapi kombinasi regulasi turnamen dan kondisi fisik.
Bagi keduanya, fokus utama saat ini adalah pemulihan dan mengembalikan performa terbaik.
Jika berhasil, bukan tidak mungkin mereka kembali jadi andalan utama Timnas Indonesia di ajang berikutnya.
