Persaingan gelar Premier League 2025–26 memasuki fase krusial setelah hasil kurang maksimal yang didapat Manchester City. Tim asuhan Pep Guardiola gagal memanfaatkan momentum, sementara Arsenal justru berada di posisi yang jauh lebih menguntungkan.
Situasi ini membuat arah perebutan gelar kini cenderung berpihak pada The Gunners.
City Kehilangan Momentum di Saat Penting
Hasil imbang dramatis yang diraih Manchester City menjadi pukulan besar dalam perburuan gelar. Dalam laga penuh gol tersebut, mereka gagal mengamankan kemenangan yang sebenarnya sangat dibutuhkan.
Akibatnya, City kehilangan peluang untuk memangkas jarak poin dengan Arsenal di puncak klasemen.
Babak Kedua yang Mengubah Segalanya

City tampil meyakinkan di babak pertama dengan kontrol permainan yang rapi. Gol pembuka memberi sinyal bahwa mereka akan memangkas jarak poin dari Arsenal.
Namun, babak kedua berubah drastis dalam waktu singkat. Tiga gol Everton dalam 13 menit membuat City kehilangan kendali dan kepercayaan diri.
Kesalahan lini belakang menjadi titik awal masalah. Umpan ceroboh di area sendiri berujung gol yang menghidupkan semangat tuan rumah.
Tekanan terus meningkat hingga Everton membalikkan keadaan. City terlihat goyah, sesuatu yang jarang terjadi dalam fase krusial musim.
Statistik yang Mengkhawatirkan

ini menjadi salah satu momen langka di mana City kebobolan tiga gol dalam satu babak. Catatan tersebut menunjukkan penurunan konsistensi di fase penentuan.
City juga kehilangan poin dari posisi unggul dalam jumlah signifikan musim ini. Angka tersebut menyamai beberapa tim papan atas lain yang juga kesulitan menjaga keunggulan.
Meski belum kalah dalam 12 laga liga terakhir, hasil imbang ini terasa seperti kemunduran. Performa stabil belum tentu cukup tanpa ketajaman dalam momen penting.
Ekspresi para pemain saat kebobolan mencerminkan tekanan besar yang mereka rasakan. Situasi ini bisa berdampak pada mental tim di laga berikutnya.
Harapan Masih Ada, tapi Tidak Sepenuhnya di Tangan

Gol menit akhir memastikan City tetap membawa pulang satu poin. Hasil itu menjaga peluang, tapi tidak lagi sepenuhnya bergantung pada mereka sendiri.
Guardiola mengatakan, “Kami bermain luar biasa di babak pertama. Babak kedua mereka meningkat dan kami kehilangan agresivitas.”
Ia menambahkan, “Kami ambil satu poin dan akan terus berjuang sampai akhir. Sekarang tidak sepenuhnya di tangan kami, tapi kami lihat nanti.”
Di sisi lain, Arsenal berada di posisi yang lebih menguntungkan. Jika mereka konsisten, musim ini bisa menjadi akhir dari penantian panjang gelar.
City masih memiliki peluang jika pesaing terpeleset. Namun, hasil di Merseyside ini bisa menjadi penentu arah akhir perburuan gelar musim ini.
