Kedatangan Carlos Henrique Casemiro ke Old Trafford pada musim panas 2022 disambut dengan kombinasi rasa tidak percaya dan skeptisisme yang tinggi. Datang dari Real Madrid dengan mahar mencapai £70 juta di usia yang tak lagi muda, banyak pihak menuduh gelandang asal Brasil ini hanya mencari “dana pensiun” di Premier League. Namun, apa yang terjadi setelahnya adalah sebuah narasi tentang loyalitas, kerja keras, petualangan taktis, dan determinasi tinggi.
Kini, seiring dengan konfirmasi kepergiannya dari klub pada akhir musim 2026, mari kita ulas kembali bagaimana perjuangan Casemiro di Man United mengukir cerita yang tak terlupakan bagi publik Setan Merah.
Awal yang Magis: Menjadi Juru Selamat Erik ten Hag


Pada musim pertamanya (2022/2023), Casemiro langsung membungkam semua keraguan. Ia bukan sekadar gelandang bertahan; ia adalah fondasi, mentalitas juara, dan detak jantung permainan Manchester United yang saat itu sedang hancur lebur.
Dipasang sebagai jangkar, ia berhasil membawa United finis di zona Liga Champions dan memutus dahaga trofi selama enam tahun dengan menjuarai Carabao Cup 2023. Gol pembukanya di laga final melawan Newcastle United di Wembley menegaskan bahwa ia adalah pemain untuk laga-laga besar. Dedikasinya yang luar biasa membuatnya memenangkan penghargaan Player of the Month klub sebanyak dua kali pada musim tersebut.
Badai Cedera dan Masa-Masa Sulit di Carrington


Sepak bola Inggris terkenal kejam dengan intensitasnya yang luar biasa tinggi. Memasuki musim 2023/2024 dan awal 2024/2025, perjuangan Casemiro di Man United menemui ujian terberatnya. Kecepatan fisiknya mulai kedodoran menghadapi transisi kilat khas Premier League. Kritikan tajam dari para pandit mulai mengalir deras, terutama saat United mengalami performa naik-turun yang berujung pada pemecatan Erik ten Hag dan masa transisi singkat Ruben Amorim.
Bahkan, Casemiro sempat terlempar dari skuad utama dan dilewatkan dalam final FA Cup 2024 akibat masalah kebugaran. Di titik ini, banyak yang mengira karier sang jenderal lapangan tengah di teater impian telah habis.
Statistik Casemiro Bersama Manchester United (Hingga Mei 2026):
+-------------------+------------------+
| Kategori | Jumlah / Catatan |
+-------------------+------------------+
| Total Penampilan | Lebih dari 100 |
| Gol Musim 25/26 | 9 Gol |
| Trofi Dimenangkan | EFL Cup & FA Cup |
+-------------------+------------------+
Kebangkitan Emosional Menjelang Perpisahan


Karakter seorang juara dunia dinilai dari caranya bangkit saat terpuruk. Di bawah arahan pelatih interim yang kemudian digantikan oleh Michael Carrick, Casemiro menolak untuk menyerah pada keadaan. Menjelang musim 2025/2026 berakhir, ia justru menampilkan performa luar biasa (resurgence) yang mengejutkan banyak pihak.
Gaya bermainnya bertransformasi menjadi lebih ofensif dan efektif di sepertiga akhir lapangan. Sepanjang musim 2025/2026, ia secara mengejutkan berhasil membukukan 9 gol di Premier League—sebuah produktivitas yang bahkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata golnya semasa berseragam Real Madrid. Gol-gol krusialnya, termasuk performa bintang lima saat mengandaskan Brentford dan Liverpool, mengembalikan rasa hormat publik Old Trafford kepadanya.
Carrick sendiri terang-terangan memuji etos kerjanya dengan menyebut sang gelandang telah “memberikan segalanya untuk klub hingga tetes darah terakhir.”
“Dia adalah pemain luar biasa, seorang legenda. Sangat menyenangkan bisa bermain bersamanya dan mendengarkan saran-sarannya. Kerja kerasnya sungguh tidak masuk akal,” ucap striker United, Benjamin Sesko, mengenai pengaruh Casemiro di ruang ganti.
Perpisahan Haru di Old Trafford


Segala cerita indah pasti menemui bab penutupnya. Pertandingan kandang terakhir musim ini di Old Trafford yang berakhir dengan kemenangan 3-2 atas Nottingham Forest menjadi panggung perpisahan yang emosional bagi sang pemain bernomor punggung 18 tersebut. Dengan kontrak yang akan habis pada Juni 2026, Casemiro berjalan mengitari lapangan memberikan lambaian perpisahan kepada para suporter yang memberikan standing ovation.
Meskipun petualangannya di Manchester telah usai, perjuangan keras dan profesionalisme tingkat tinggi yang ia tunjukkan di masa-masa sulit akan selalu dikenang. Casemiro pergi dengan kepala tegak, meninggalkan warisan mentalitas pemenang, dan kini bersiap menyongsong tantangan berikutnya bersama timnas Brasil di Piala Dunia 2026.
