BYD Mempertimbangkan Debut di F1

Eryana
By
3 Min Read

Raksasa kendaraan listrik Tiongkok, BYD, dilaporkan sedang menjajaki kemungkinan masuk ke Formula Satu, sebuah langkah bersejarah yang berpotensi memperluas grid menjadi 12 tim.

BYD bisa menjadi tim Tiongkok pertama yang berkompetisi di Formula Satu, menurut laporan terbaru, karena raksasa kendaraan listrik tersebut dilaporkan sedang menyelidiki kemungkinan masuk ke olahraga tingkat atas ini.

Bloomberg mengklaim BYD – saat ini produsen kendaraan listrik terbesar di dunia – sedang mengevaluasi motorsport sebagai cara untuk mempercepat pengakuan merek seiring dengan ekspansi internasionalnya yang pesat, dengan F1 dan 24 Hours of Le Mans sebagai pertimbangan.

Belum jelas apakah BYD akan masuk ke Formula Satu sebagai tim ke-12 atau mengakuisisi tim yang sudah ada.

Bagaimanapun, ini akan menjadi produsen mobil Tiongkok pertama yang berlomba di F1, berbagi lintasan dengan merek mewah ternama seperti Ferrari, Mercedes-AMG, dan McLaren.

Masuk ke grid F1 bukanlah hal mudah, karena badan pengatur olahraga ini, FIA, telah menetapkan persyaratan teknis, keuangan, dan tata kelola yang ketat untuk memastikan bahwa setiap organisasi yang ingin berkompetisi memasuki proses tersebut dengan sumber daya dan struktur yang diperlukan.

BYD tidak akan kesulitan untuk menunjukkan kepada FIA bahwa mereka memiliki dukungan finansial yang substansial, tetapi sejarah telah menunjukkan bahwa kekayaan yang melimpah tidak menjamin tempat di grid.

Pada tahun 2024, FIA menolak pendaftaran oleh pemilik tim balap terkenal Mario Andretti untuk bergabung dengan grid bersama Cadillac, dan baru menyetujui pendaftaran merek AS tersebut untuk tahun 2026 setelah kantor pusatnya mengambil peran yang lebih langsung dalam pendanaan dan pengoperasian proyek tersebut.

Audi juga telah memasuki olahraga ini setelah berhasil mengakuisisi Sauber, dan juga melakukan penampilan pertamanya pada pembukaan musim.

Cadillac membayar biaya anti-dilusi sebesar US$450 juta (AU$632 juta) kepada tim-tim yang sudah ada saat bergabung dengan grid.

Biaya untuk membangun tim F1 yang kompetitif dan didukung pabrikan diperkirakan mendekati US$1 miliar (AU$1,4 miliar), bahkan sebelum memperhitungkan anggaran operasional tahunan yang mencapai ratusan juta dolar setiap musimnya.

Meskipun komitmen finansialnya cukup besar, Formula Satu mengalami kesuksesan komersial yang luar biasa. Olahraga ini menghasilkan pendapatan sebesar US$3,87 miliar (AU$5,44 miliar) pada tahun 2025, menandai peningkatan 14 persen dibandingkan tahun 2024.

Valuasi tim juga melonjak. Alpine bernilai sekitar US$2,3 miliar (AU$3,2 miliar), sementara tim paling berharga di grid, Ferrari, diperkirakan bernilai sekitar US$7,4 miliar (AU$10,3 miliar).

Keterlibatan Tiongkok dalam olahraga motor tingkat atas relatif terbatas.

Dalam beberapa tahun terakhir, keterlibatan Tiongkok termasuk perusahaan rintisan mobil listrik Nio yang berkompetisi di musim Formula E, dan Geely yang berpartisipasi dalam balap mobil touring (TCR) melalui merek Lynk and Co.

Pembalap Formula Satu Tiongkok pertama, Zhou Guanyu, bergabung dengan grid pada tahun 2022 dan saat ini bertugas sebagai pembalap cadangan untuk Cadillac.

Share This Article