Sampai Gebrak Meja, Erick Thohir Tegas Minta FFI Harus Naik Kelas

Erick Thohir Soroti Masa Depan Film Nasional
Ketua Umum PSSI yang juga Menteri BUMN, Erick Thohir, kembali menjadi sorotan publik setelah pernyataannya terkait perkembangan industri perfilman nasional. Dalam sebuah agenda diskusi bersama insan perfilman Indonesia, Erick menunjukkan sikap tegas bahkan disebut sampai menggebrak meja demi menegaskan bahwa Festival Film Indonesia (FFI) harus naik kelas dan memiliki standar internasional.
Pernyataan tersebut langsung menarik perhatian banyak pihak karena menunjukkan besarnya perhatian Erick terhadap kemajuan industri kreatif Indonesia, khususnya dunia film yang dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang di level global.
Menurut Erick, Indonesia memiliki talenta-talenta luar biasa di bidang perfilman, tetapi ekosistem industri masih membutuhkan banyak pembenahan agar mampu bersaing dengan negara lain di Asia maupun dunia.
FFI Dinilai Harus Lebih Modern dan Mendunia
Dalam forum tersebut, Erick Thohir menilai Festival Film Indonesia tidak boleh hanya menjadi seremoni tahunan semata. Ia ingin FFI menjadi ajang bergengsi yang mampu melahirkan karya-karya berkualitas sekaligus membuka peluang lebih besar bagi sineas Indonesia untuk dikenal dunia internasional.
Erick menegaskan bahwa industri film nasional memiliki pasar yang sangat besar. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai ratusan juta jiwa, perfilman Indonesia seharusnya mampu menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang signifikan.
“Kalau mau maju, FFI harus naik kelas. Jangan hanya puas jadi acara rutin tahunan tanpa dampak besar,” ujar Erick dalam forum tersebut.
Bahkan dalam momen penuh emosi itu, Erick disebut sempat menggebrak meja sebagai bentuk keseriusannya terhadap perubahan yang harus dilakukan.
Industri Film Indonesia Punya Potensi Besar
Perkembangan film Indonesia dalam beberapa tahun terakhir memang menunjukkan tren positif. Banyak film lokal sukses menembus jutaan penonton dan mendapatkan apresiasi di festival internasional.
Namun Erick menilai pencapaian tersebut belum cukup. Ia ingin industri film nasional memiliki sistem yang lebih kuat, mulai dari kualitas produksi, distribusi, pemasaran, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Menurutnya, Indonesia tidak boleh kalah dari Korea Selatan, India, maupun negara Asia lainnya yang telah berhasil menjadikan industri film sebagai alat diplomasi budaya sekaligus mesin ekonomi besar.
“Indonesia punya cerita, punya budaya, punya talenta. Tinggal bagaimana kita serius membangun industrinya,” lanjut Erick.
Dorong Kolaborasi dan Dukungan Pemerintah
Erick Thohir juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan para pelaku industri kreatif. Ia menilai kemajuan perfilman nasional tidak bisa dicapai jika berjalan sendiri-sendiri.
Dukungan terhadap rumah produksi, sineas muda, hingga akses pendanaan menjadi salah satu hal yang dianggap perlu diperkuat. Selain itu, Erick juga mendorong peningkatan kualitas festival agar mampu menarik perhatian investor dan pasar internasional.
Ia berharap FFI dapat menjadi simbol kebangkitan perfilman Indonesia sekaligus wadah apresiasi yang benar-benar membanggakan.
Respons Positif dari Insan Perfilman
Pernyataan tegas Erick Thohir mendapat banyak respons positif dari kalangan perfilman nasional. Banyak yang menilai keberanian Erick menunjukkan kepedulian nyata terhadap masa depan industri kreatif Indonesia.
Beberapa sineas bahkan sepakat bahwa FFI memang perlu melakukan transformasi besar agar tidak tertinggal oleh perkembangan industri hiburan global yang semakin kompetitif.
Selain kualitas acara, transparansi penilaian, promosi internasional, hingga regenerasi insan perfilman juga dianggap penting untuk diperhatikan.
Momentum Kebangkitan Perfilman Nasional
Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap film lokal, momentum ini dianggap tepat untuk melakukan pembenahan besar-besaran. Apalagi kini platform digital juga membuka peluang lebih luas bagi film Indonesia untuk menjangkau pasar global.
Erick Thohir berharap semua pihak bisa memiliki visi yang sama untuk membawa perfilman Indonesia ke level lebih tinggi. Ia tidak ingin potensi besar yang dimiliki Indonesia hanya menjadi wacana tanpa realisasi nyata.
Dengan ketegasan yang ia tunjukkan, Erick berharap FFI bisa berubah menjadi festival film berkelas dunia yang membanggakan Indonesia di mata internasional.
