Italia, juara dunia empat kali, gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya berturut-turut setelah kalah adu penalti dari Bosnia-Herzegovina di Stadion Bilino Polje, Zenica. Kegagalan ini membuat Italia menjadi satu-satunya juara dunia yang absen di tiga Piala Dunia terakhir, setelah sebelumnya gagal di Rusia 2018 dan Qatar 2022.
Kekalahan Menyakitkan dan Reaksi Tim

Manajer timnas Italia, Gennaro Gattuso, meneteskan air mata saat peluit akhir dibunyikan. Ia menegaskan bahwa hasil ini menyakitkan bagi sepak bola Italia. Pemain sayap Leonardo Spinazzola juga mengaku tak percaya timnya tersingkir setelah bermain dengan 10 orang dan membawa pertandingan hingga adu penalti.
Perjalanan Buruk Italia di Panggung Internasional
Sejak menjuarai Piala Dunia 2006, Italia sering gagal di turnamen besar. Mereka gagal lolos dari fase grup Piala Dunia 2010 dan 2014, serta absen di Rusia 2018 dan Qatar 2022. Meski meraih Euro 2020, prestasi itu tampak sebagai pengecualian, sementara Piala Eropa 2024 berakhir di babak 16 besar.
Masalah Kualifikasi dan Play-off
Pada kualifikasi Piala Dunia 2026, Luciano Spalletti dipecat setelah kekalahan 3-0 dari Norwegia, digantikan Gattuso. Timnas Italia meraih beberapa kemenangan, namun kekalahan 1-4 dari Norwegia memaksa mereka menjalani play-off, di mana mereka kalah dari Bosnia-Herzegovina melalui adu penalti.
Faktor Penyebab Penurunan Italia
Italia menghadapi krisis talenta akibat regulasi dan arus masuk pemain asing ke Serie A, yang membatasi kesempatan pemain muda. Akademi-akademi domestik dianggap kurang menghasilkan pemain siap main. Masalah keuangan dan stadion yang tertinggal dibanding liga-liga lain juga melemahkan daya saing klub-klub Italia.
Italia kini menghadapi tantangan besar untuk kembali ke posisi elite sepak bola dunia. Kekalahan dari Bosnia-Herzegovina menambah daftar kegagalan Gli Azzurri, dan diperlukan perbaikan serius dalam pembinaan pemain muda, manajemen klub, serta modernisasi stadion.
