Jan Olde Riekerink Kritik Gaya Main Persib Usai Dewa United Gagal Menang

Stefanos Nugraha
2 Min Read

Pelatih Dewa United FC, Jan Olde Riekerink, melontarkan kritik terhadap gaya bermain Persib Bandung setelah timnya gagal mengamankan kemenangan pada pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026. Meski sempat unggul dua gol, Dewa United harus puas bermain imbang 2-2 di kandang sendiri.

Dewa United unggul lebih dulu


Bermain di Banten International Stadium, Dewa United tampil dominan sejak awal pertandingan. Keunggulan dibuka oleh Alex Martins pada menit ke-18 setelah menerima umpan dari Alexis Messidoro.

Memasuki babak kedua, keunggulan bertambah lewat gol Ricky Kambuaya pada menit ke-64, hasil kerja sama dengan Noah Sadaoui. Situasi tersebut sempat membuat tuan rumah berada di atas angin.

Kartu merah ubah jalannya laga


Momentum pertandingan berubah drastis setelah Alex Martins menerima kartu kuning kedua di menit yang sama. Bermain dengan 10 orang membuat Dewa United kehilangan keseimbangan permainan.

Kondisi ini dimanfaatkan oleh Persib yang mampu bangkit. Thom Haye memperkecil ketertinggalan lewat penalti di menit ke-76, sebelum Andrew Jung menyamakan kedudukan pada menit ke-85 setelah menerima assist dari Eliano Reijnders.

Jan Olde soroti permainan Persib


Usai pertandingan, Jan Olde menilai timnya gagal mengantisipasi pola permainan sederhana dari Persib. Ia menyebut tim lawan lebih banyak mengandalkan bola panjang ke area pertahanan.

Menurutnya, situasi tersebut berujung pada tekanan yang akhirnya menghasilkan penalti bagi Persib. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi antar pemain dalam mengantisipasi serangan lawan.

Evaluasi dan kritik internal


Selain mengkritik lawan, Jan Olde juga menyoroti kesalahan timnya sendiri, terutama terkait kartu merah yang dinilainya sebagai kesalahan fatal. Ia menyebut insiden tersebut sebagai hal yang seharusnya tidak terjadi dalam pertandingan penting.

Meski kecewa dengan hasil akhir, pelatih asal Belanda itu tetap mengapresiasi performa para pemainnya yang dinilai memiliki kualitas dan semangat yang baik sepanjang laga.


Hasil imbang ini menjadi pelajaran penting bagi Dewa United dalam menjaga konsistensi permainan, terutama saat unggul jumlah gol. Kritik dari Jan Olde Riekerink juga menegaskan bahwa detail kecil seperti disiplin dan komunikasi dapat menentukan hasil akhir pertandingan.

Share This Article