Janice Tjen Hampir Pensiun dari Tenis, Ini Alasan yang Mengejutkan

Dravios
By
3 Min Read

Janice Tjen Hampir Tinggalkan Tenis Profesional

Nama Janice Tjen sempat mengejutkan publik setelah mengungkap bahwa dirinya hampir meninggalkan dunia tenis profesional.

Padahal, petenis berusia 23 tahun itu sedang berada dalam fase menanjak dalam kariernya. Ia memulai perjalanan profesional sejak 2018 dan terus berkembang hingga tampil di berbagai turnamen besar.


Karier Melesat dari ITF hingga Grand Slam

Perjalanan Janice tidak instan. Ia memulai dari turnamen level ITF di Indonesia dan Singapura, sebelum akhirnya menempuh jalur pendidikan di Amerika Serikat.

Janice sempat membela Universitas Oregon, lalu melanjutkan ke Pepperdine University yang dikenal punya program tenis kuat.

Di sana, ia bahkan sukses mencapai final NCAA dan mencatat prestasi sebagai ITA All-American.

Puncaknya datang saat ia tampil di US Open 2025 dan berhasil menembus babak utama. Namanya langsung melejit sebagai salah satu talenta tenis Indonesia yang patut diperhitungkan.


Alasan Hampir Pensiun: Tekanan dan Gaya Hidup

Meski kariernya terlihat menjanjikan, Janice mengaku sempat ingin berhenti.

Alasannya bukan karena cedera atau performa, melainkan tuntutan gaya hidup sebagai atlet tenis profesional.

“Saya tidak begitu menyukai banyak bepergian. Jauh dari rumah dalam waktu lama itu berat,” ungkap Janice.

Sebagai atlet tenis, jadwal turnamen yang padat membuatnya harus terus berpindah negara hampir setiap minggu. Hal ini menjadi beban mental tersendiri.


Peran Orang Terdekat Jadi Penyelamat

Di titik tersebut, Janice hampir mengambil keputusan besar untuk pensiun.

Namun, dukungan dari orang-orang terdekat mengubah segalanya.

“Saya punya orang-orang baik di sekitar saya. Mereka meyakinkan saya untuk terus mencoba,” katanya.

Keputusan untuk bertahan terbukti tepat.


Masih Berjuang di Level Tertinggi

Saat ini, Janice kembali menunjukkan performa impresif. Ia tampil di Madrid Open 2026.

Meski tersingkir di nomor tunggal, ia masih bersinar di nomor ganda bersama Aldila Sutjiadi.

Pasangan ini bahkan berhasil menembus babak perempat final, menandakan bahwa Janice masih punya potensi besar di level dunia.


Kesimpulan

Kisah Janice Tjen jadi bukti bahwa perjalanan atlet tidak selalu soal kemampuan teknis, tapi juga mental dan ketahanan menghadapi tekanan.

Ia sempat hampir menyerah, tetapi justru bangkit dan kini kembali bersaing di level tertinggi.

Kalau bukan karena keputusan untuk bertahan, mungkin Indonesia sudah kehilangan salah satu talenta terbaiknya di dunia tenis.

Share This Article