
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, kembali menunjukkan keseriusannya membangun skuad Garuda yang kompetitif untuk masa depan. Herdman mengungkapkan bahwa dirinya sedang memantau enam pemain diaspora muda yang diproyeksikan menjadi bagian penting dari proyek Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2030.
Enam pemain tersebut disebut berasal dari berbagai negara, mulai dari Jerman, Belanda, Australia, hingga Amerika Serikat. Herdman menegaskan bahwa fokusnya bukan hanya membangun tim untuk jangka pendek, tetapi juga menyiapkan fondasi kuat agar Indonesia mampu bersaing di level Asia dan dunia dalam beberapa tahun ke depan.
Dalam pernyataannya, Herdman menyebut saat ini ada dua pemain muda di Jerman yang sedang dipantau secara serius. Selain itu, terdapat dua pemain lain di Belanda, satu pemain di Australia, dan satu pemain diaspora di Amerika Serikat yang masuk radar pemantauan tim pelatih Timnas Indonesia.
Meski belum mengungkap identitas resmi para pemain tersebut, sejumlah nama mulai ramai diperbincangkan di media sosial dan kalangan pengamat sepak bola nasional. Dari Jerman, nama Laurin Ulrich dan Jenson Seelt disebut menjadi kandidat kuat yang masuk dalam pantauan Herdman. Laurin Ulrich merupakan gelandang muda VfB Stuttgart yang sedang dipinjamkan ke FC Magdeburg, sementara Jenson Seelt adalah bek bertalenta yang memiliki pengalaman di sepak bola Belanda dan Jerman.
Dari Belanda, dua nama yang santer dikaitkan dengan Timnas Indonesia adalah Tristan Gooijer dan Julian Oerip. Tristan Gooijer dikenal sebagai pemain serbabisa yang mampu bermain di beberapa posisi lini belakang, sedangkan Julian Oerip merupakan gelandang muda berbakat milik Jong AZ yang dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang di level internasional.
Sementara itu, pemain diaspora dari Australia diprediksi mengarah kepada Luke Vickery yang saat ini bermain bersama Macarthur FC. Winger muda tersebut sebelumnya memang sempat dikaitkan dengan Timnas Indonesia dan disebut memiliki garis keturunan Indonesia.
Untuk pemain dari Amerika Serikat, nama Mitchell Baker menjadi sosok yang paling banyak disebut. Penyerang muda yang memiliki koneksi dengan klub MLS tersebut dipandang sebagai prospek menarik untuk memperkuat lini depan Timnas Indonesia dalam jangka panjang.
John Herdman menekankan bahwa proyek naturalisasi dan pemantauan diaspora bukan semata-mata untuk mencari pemain instan. Ia ingin membangun generasi baru Timnas Indonesia yang bisa berkembang bersama hingga mencapai puncak performa pada 2030. Menurutnya, keseimbangan antara pemain lokal berkualitas dan diaspora muda menjadi kunci penting dalam membangun tim nasional modern.
Sejak resmi menangani Timnas Indonesia, Herdman memang dikenal aktif mencari pemain keturunan yang bermain di kompetisi luar negeri. Pengalaman sukses membawa Kanada tampil di Piala Dunia 2022 menjadi alasan banyak pihak optimistis proyek jangka panjangnya bersama Indonesia dapat berjalan positif.
Selain memperkuat skuad senior, proyek diaspora ini juga diarahkan untuk regenerasi pemain muda. Herdman ingin memastikan Timnas Indonesia memiliki kedalaman skuad yang kuat di semua kelompok usia agar proses transisi pemain dapat berjalan lebih stabil dalam beberapa tahun mendatang.
Langkah agresif mencari pemain diaspora juga menunjukkan ambisi besar PSSI dan Timnas Indonesia untuk memperkecil jarak kualitas dengan negara-negara elite Asia seperti Jepang, Korea Selatan, Iran, hingga Australia. Dengan semakin banyak pemain muda berkualitas yang berkarier di Eropa dan luar negeri, peluang Indonesia membangun tim kompetitif dinilai semakin terbuka.
Meski begitu, Herdman menegaskan bahwa pemanggilan pemain diaspora tetap akan mempertimbangkan kualitas, komitmen, dan kebutuhan tim. Ia tidak ingin sekadar menambah jumlah pemain naturalisasi, tetapi memastikan setiap pemain benar-benar mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan Timnas Indonesia.
