Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan bahwa timnya seharusnya keluar sebagai pemenang pada laga final FIFA Series 2026 melawan Bulgaria, meski pada akhirnya kalah tipis 0-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin malam. Herdman menyoroti dominasi penguasaan bola Indonesia yang mencapai 71 persen dibandingkan 29 persen milik Bulgaria.
Indonesia Kuasai Bola, Tapi Gol Tak Tercipta

Menurut Herdman, statistik penguasaan bola menunjukkan performa tim yang lebih baik. Indonesia mampu mendominasi lapangan dan menciptakan enam peluang, meski hanya satu yang tepat sasaran. Sementara Bulgaria, meski menguasai bola lebih sedikit, tampil lebih efektif dengan empat tembakan tepat sasaran, termasuk gol penalti dari Marin Petkov pada menit ke-38.
Pelatih asal Inggris itu menekankan bahwa kegagalan mencetak gol bukan karena performa buruk pemain, melainkan keberuntungan yang kurang berpihak. “Kalau ditanya kenapa kami tidak mencetak gol, mungkin Anda harus bertanya kepada mistar gawang. Itu hampir menjadi gol kelas dunia dari Ole Romeny,” ujar Herdman.
Pujian untuk Mentalitas Bulgaria
Herdman juga memberikan pujian kepada tim Bulgaria atas pengelolaan pertandingan mereka. Bulgaria mampu memperlambat tempo dan mengontrol ritme permainan, strategi yang menurut Herdman menjadi kunci kemenangan tim Eropa tersebut.
“Malam ini seharusnya menjadi kemenangan untuk Indonesia. Bulgaria adalah tim peringkat 80 dunia, tetapi Indonesia bermain lebih baik. Selamat untuk mereka karena mampu mengelola pertandingan dengan baik,” tambah Herdman.
Evaluasi dan Pelajaran untuk Timnas Indonesia
Kekalahan ini menjadi catatan penting bagi Herdman, yang baru memimpin Indonesia dalam dua pertandingan, dengan satu kemenangan dan satu kekalahan. Total, tim Garuda telah mencetak empat gol dan hanya kebobolan satu gol.
Herdman menekankan bahwa pengalaman ini akan menjadi pelajaran berharga untuk timnya. “Saya yakin para pemain akan belajar dari ini dan berkembang. Tapi kami kecewa. Rasanya menyakitkan. Sangat menyakitkan,” katanya.
Meskipun Indonesia gagal menjuarai FIFA Series 2026, Herdman menegaskan bahwa penguasaan bola dan dominasi timnya menunjukkan potensi besar. Kekalahan ini bukan akhir, melainkan langkah awal untuk membangun tim yang lebih solid dan kompetitif di level internasional.
