Kontroversi Piala Afrika 2025: Gelar Senegal Dicabut, Maroko Ditetapkan sebagai Juara

Stefanos Nugraha
3 Min Read

Keputusan mengejutkan datang dari Confederation of African Football yang resmi mencabut gelar juara Timnas Senegal di Piala Afrika 2025. Sebagai gantinya, Timnas Maroko ditetapkan sebagai pemenang setelah melalui proses banding yang berlangsung cukup panjang.

Final Dramatis yang Berujung Kontroversi

Pada pertandingan final yang digelar di Rabat, 18 Januari 2025, Senegal awalnya keluar sebagai pemenang usai mengalahkan Maroko dengan skor 1-0. Gol semata wayang dicetak oleh Pape Gueye pada babak tambahan waktu.

Namun, drama terjadi di penghujung laga ketika Maroko mendapatkan hadiah penalti pada masa injury time. Keputusan tersebut memicu reaksi keras dari pemain Senegal yang sempat melakukan aksi walk out hingga pertandingan terhenti cukup lama.

Aksi Walk Out Jadi Sorotan Utama

Situasi memanas ketika para pemain Senegal meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit. Laga baru bisa dilanjutkan setelah Sadio Mané membujuk rekan-rekannya untuk kembali bermain.

Pada akhirnya, penalti yang dieksekusi Brahim Díaz gagal berbuah gol setelah berhasil digagalkan oleh kiper Édouard Mendy.

Banding Maroko Berbuah Keputusan Mengejutkan

Merasa dirugikan, federasi sepak bola Maroko mengajukan banding kepada CAF terkait insiden tersebut. Setelah melalui proses selama hampir dua bulan, Komite Banding CAF akhirnya mengambil keputusan tegas.

CAF menyatakan bahwa aksi walk out yang dilakukan pemain Senegal dianggap sebagai bentuk pengunduran diri dari pertandingan. Oleh karena itu, hasil final dianulir dan diubah menjadi kemenangan 3-0 untuk Maroko.

Senegal Siap Tempuh Jalur Hukum

Keputusan ini langsung memicu kontroversi besar. Pihak Senegal dikabarkan tidak menerima hasil tersebut dan berencana membawa kasus ini ke Court of Arbitration for Sport (CAS).

Langkah tersebut diambil untuk mengupayakan pembatalan keputusan CAF yang dinilai merugikan mereka.

Maroko Akhiri Penantian Panjang

Dengan keputusan ini, Maroko resmi meraih gelar kedua mereka di Piala Afrika setelah penantian panjang sejak terakhir kali juara pada 1976. Sementara itu, Senegal harus puas tetap dengan satu gelar yang sebelumnya mereka raih.

Kontroversi final Piala Afrika 2025 menjadi salah satu kasus paling panas dalam sepak bola Afrika. Keputusan CAF yang mencabut gelar Senegal dan memberikan kemenangan kepada Maroko dipastikan akan terus menjadi perdebatan, terutama jika kasus ini berlanjut ke jalur hukum internasional.

Share This Article