storysport – Teknologi Video Assistant Referee (VAR) kembali menjadi sorotan dalam laga-laga semifinal Liga Champions. Sejumlah keputusan kontroversial muncul dalam duel panas antara Bayern Munchen kontra PSG, hingga pertandingan Arsenal melawan Atletico Madrid yang menentukan tiket final.
Arsenal lolos ke final untuk pertama kali dalam 20 tahun berkat kemenangan 1-0 atas Atletico di laga leg kedua. Sebelumnya kedua tim bermain imbang 1-1 di leg pertama pekan lalu.
Langkah Arsenal diikuti oleh sang juara bertahan, PSG. Menang 5-4 di laga leg pertama, tim asuhan Luis Enrique bermain imbang 1-1 versus Bayern di leg kedua.
Seperti biasa, keputusan VAR memancing perdebatan publik. Ada momen yang dianggap seharusnya menghasilkan kartu merah, ada pula insiden handball yang membuat penonton bingung karena tidak berujung penalti.
Bayern Munchen Protes, Nuno Mendes Lolos dari Kartu Merah
Kontroversi pertama terjadi saat Bayern Munchen menghadapi PSG. Insiden bermula pada menit ke-29 ketika bek PSG, Nuno Mendes, terlihat melakukan handball yang menghentikan serangan berbahaya Bayern.
Situasi itu langsung memicu protes pemain Bayern karena Mendes sebenarnya sudah mengantongi kartu kuning lebih dulu usai melanggar Michael Olise pada awal pertandingan. Jika handball tersebut dianggap pelanggaran, maka Mendes seharusnya menerima kartu kuning kedua sekaligus kartu merah.
Namun keputusan wasit Joao Pinheiro justru membuat situasi semakin membingungkan.
Alih-alih memberikan pelanggaran untuk Bayern, wasit malah menghadiahkan tendangan bebas kepada PSG. Setelah berdiskusi dengan asisten wasit, Pinheiro menilai bek Bayern, Konrad Laimer, lebih dulu melakukan handball dalam proses serangan.
Keputusan itu menimbulkan tanda tanya besar karena tayangan ulang tidak menunjukkan bukti yang benar-benar jelas soal handball Laimer. Meski demikian, karena asisten wasit memiliki sudut pandang terbaik, keputusan akhir tetap dipertahankan.
Yang menarik, VAR tidak bisa ikut campur dalam situasi tersebut. Sesuai protokol, VAR tidak memiliki kewenangan untuk meninjau kemungkinan kartu kuning kedua, sehingga insiden itu sepenuhnya menjadi keputusan perangkat pertandingan di lapangan.
Mengapa Bayern Tidak Mendapat Penalti?
Dua menit setelah insiden Mendes, Bayern kembali melayangkan protes. Kali ini bola mengenai tangan gelandang PSG, Joao Neves, di dalam kotak penalti saat Vitinha mencoba menyapu bola.
Wasit kembali menolak klaim penalti Bayern dan keputusan tersebut ternyata sesuai aturan IFAB terkait handball.
Dalam regulasi terbaru, handball tidak dianggap pelanggaran apabila bola mengenai tangan pemain setelah lebih dulu disentuh rekan setimnya sendiri, kecuali tindakan tersebut sengaja dilakukan untuk mencegah gol atau peluang gol yang jelas.
Karena bola berasal dari sapuan Vitinha dan mengenai tangan Neves dari jarak dekat tanpa unsur kesengajaan, maka wasit dianggap mengambil keputusan yang tepat.
Aturan ini memang sering memicu kebingungan di kalangan penonton. Namun secara prinsip, IFAB menilai pemain bertahan tidak memperoleh keuntungan tidak adil ketika bola hasil sentuhan rekannya sendiri mengenai tangan mereka secara tidak sengaja.

