Keputusan FIFA memasukkan Stefan Kovac dalam daftar wasit Piala Dunia 2026 menuai sorotan tajam. Hal ini terjadi setelah kepemimpinannya dalam laga panas antara Barcelona melawan Atletico Madrid memicu kontroversi besar di kompetisi Eropa.
FIFA umumkan daftar wasit Piala Dunia 2026

FIFA secara resmi merilis nama-nama wasit yang akan bertugas di turnamen terbesar dunia yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Dari daftar tersebut, beberapa nama wasit asal Spanyol seperti Alejandro Hernandez dan Carlos del Cerro Grande turut dipilih.
Namun, keputusan ini juga diwarnai absennya Jose Maria Sanchez Martinez dari daftar akhir. Di sisi lain, masuknya Kovac justru memicu perdebatan luas di kalangan pengamat sepak bola.
Kritik tajam dari pengamat wasit
Pakar wasit dari Radio Marca, Pavel Fernandez, secara terbuka mempertanyakan keputusan FIFA tersebut. Ia menilai penunjukan Kovac sebagai langkah yang kontroversial, mengingat performanya yang baru saja menuai kritik.
Melalui media sosial, Fernandez menyindir keputusan tersebut sebagai sesuatu yang sulit dipahami, terutama setelah insiden yang terjadi dalam pertandingan besar di level klub Eropa.
Insiden kontroversial di laga Barcelona vs Atletico

Kontroversi bermula dalam pertandingan antara Barcelona dan Atletico Madrid di Spotify Camp Nou. Pada babak kedua, terjadi momen krusial yang memicu perdebatan.
Kiper Atletico, Juan Musso, memberikan bola kepada rekannya, Marc Poblet, yang kemudian terlihat menyentuh bola dengan tangan sebelum melanjutkan permainan.
Situasi tersebut memicu protes dari para pemain Barcelona yang menilai seharusnya diberikan penalti. Namun, wasit Stefan Kovac tidak mengambil tindakan, dan teknologi VAR juga tidak meminta peninjauan ulang.
Barcelona ajukan protes ke UEFA

Keputusan tersebut membuat pihak Barcelona merasa dirugikan, terutama setelah mereka kalah 0-2 dalam laga tersebut. Klub asal Catalan itu kemudian mengajukan keluhan resmi kepada UEFA.
Media lokal bahkan menyebut keputusan FIFA memasukkan Kovac ke daftar wasit Piala Dunia sebagai bentuk “penghargaan” yang kontroversial, mengingat performanya yang dipertanyakan.
Masuknya Stefan Kovac ke daftar wasit Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa penilaian FIFA tidak selalu sejalan dengan opini publik. Kontroversi ini diprediksi akan terus menjadi perbincangan, terutama terkait konsistensi keputusan wasit di level tertinggi sepak bola dunia.
