
Ajang Moto3 Spanyol 2026 di Sirkuit Jerez menyisakan kekecewaan mendalam bagi tim Red Bull KTM Ajo. Sang manajer tim, Aki Ajo, secara terbuka mengungkapkan rasa tidak puasnya terhadap performa dua pembalap andalannya yang dinilai jauh dari ekspektasi.
Balapan yang seharusnya menjadi momentum kebangkitan justru berubah menjadi hasil yang kurang maksimal. Ajo menilai ada beberapa faktor yang mengganggu performa pembalapnya, termasuk situasi lintasan yang kompleks serta insiden yang melibatkan pembalap lain, termasuk nama yang mulai mencuri perhatian: Veda Ega Pratama.
Performa yang Tidak Sesuai Target
Sejak awal musim, KTM Ajo dikenal sebagai salah satu tim kuat di kelas Moto3. Namun pada seri Spanyol ini, performa kedua pembalapnya tampak kesulitan bersaing di barisan depan.
Alih-alih bertarung memperebutkan podium, mereka justru tertahan di posisi tengah hingga akhir balapan. Hal ini tentu menjadi sorotan tajam, mengingat tim ini memiliki standar tinggi dalam setiap seri.
Aki Ajo menyebut bahwa strategi yang telah disusun tidak berjalan sesuai rencana. Selain itu, dinamika balapan yang ketat membuat pembalapnya kesulitan menemukan ritme terbaik.
Faktor Gangguan dari Veda
Salah satu hal yang disinggung Ajo adalah adanya “gangguan” dalam balapan yang memengaruhi konsentrasi pembalapnya. Meski tidak menyalahkan secara langsung, ia mengindikasikan bahwa manuver agresif dari beberapa rider, termasuk Veda, turut memengaruhi jalannya balapan.
Veda sendiri tampil cukup berani dan kompetitif di lintasan Jerez. Gaya balap agresifnya menjadi perhatian, terutama karena ia beberapa kali terlibat dalam perebutan posisi yang ketat.
Dalam balapan sekelas Moto3 yang terkenal dengan persaingan rapat, insiden kecil bisa berdampak besar terhadap hasil akhir. Hal inilah yang tampaknya menjadi salah satu alasan mengapa KTM Ajo gagal tampil maksimal.
Evaluasi Besar untuk KTM Ajo
Kekecewaan Aki Ajo bukan tanpa alasan. Timnya dikenal sebagai pencetak talenta muda berbakat di MotoGP, sehingga hasil minor seperti ini tentu menjadi bahan evaluasi serius.
Ia menegaskan bahwa tim akan segera melakukan analisis mendalam terhadap performa pembalap dan strategi balapan. Fokus utama adalah memperbaiki konsistensi dan menghindari kesalahan yang sama di seri berikutnya.
“Kami harus belajar dari situasi ini. Banyak hal yang tidak berjalan sesuai rencana, dan kami perlu kembali lebih kuat,” ungkap Ajo dalam pernyataannya.
Peluang Bangkit di Seri Berikutnya
Meski hasil di Moto3 Spanyol 2026 mengecewakan, peluang KTM Ajo untuk bangkit masih sangat terbuka. Musim masih panjang, dan tim memiliki sumber daya serta pengalaman untuk kembali ke jalur kemenangan.
Para penggemar kini menantikan bagaimana respons tim ini di seri selanjutnya. Apakah mereka mampu bangkit dan kembali mendominasi, atau justru tekanan akan semakin besar?
Satu hal yang pasti, Moto3 musim ini semakin menarik dengan munculnya talenta-talenta muda yang berani mengambil risiko di lintasan.
