Masalah Visa Belum Beres, Timnas Iran Pindahkan Markas Piala Dunia 2026 ke Meksiko

Stefanos Nugraha
5 Min Read

Iran national football team resmi memindahkan markas latihan mereka untuk 2026 FIFA World Cup dari Amerika Serikat ke Meksiko akibat masalah visa yang belum terselesaikan.

Skuad asuhan Amir Ghalenoei sebelumnya dijadwalkan bermarkas di Arizona selama turnamen berlangsung. Namun karena seluruh proses administrasi belum mendapat kepastian dari pihak Amerika Serikat, Federasi Sepak Bola Iran akhirnya mengambil keputusan penting dengan memindahkan pusat latihan ke Tijuana, Meksiko.

Keputusan tersebut diambil demi menghindari risiko yang bisa mengganggu persiapan tim menjelang turnamen yang dimulai pada 11 Juni mendatang.

Ketegangan Politik Jadi Faktor Utama

Masalah visa yang dialami delegasi Iran disebut tidak bisa dilepaskan dari hubungan diplomatik yang terus memanas antara Teheran dan Washington.

Hubungan kedua negara memang telah memburuk sejak 1980 dan situasi kembali semakin sensitif setelah meningkatnya konflik geopolitik di Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir.

Federasi Sepak Bola Iran mengaku khawatir kondisi tersebut dapat memengaruhi keamanan dan kenyamanan skuad selama berada di Amerika Serikat.

Karena itu, mereka sempat meminta agar pertandingan Timnas Iran dipindahkan dari wilayah Amerika Serikat. Namun permintaan tersebut tidak mendapat perubahan dari FIFA.

Pada akhirnya, Iran memilih mencari solusi alternatif dengan memindahkan markas latihan mereka ke wilayah perbatasan Meksiko.

Tijuana Dinilai Lebih Strategis

Meski awalnya dipicu masalah politik dan administrasi, keputusan pindah ke Tijuana ternyata juga memberikan keuntungan besar dari sisi logistik.

Tijuana berada sangat dekat dengan perbatasan Amerika Serikat dan memiliki akses penerbangan singkat menuju Los Angeles yang menjadi lokasi dua pertandingan awal Iran di fase grup.

Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, menyebut lokasi baru tersebut sangat ideal untuk menjaga kondisi fisik pemain.

“Kami akan bermarkas di kamp Tijuana, yang berada di dekat Samudra Pasifik dan di perbatasan antara Meksiko dan Amerika Serikat,” ujar Mehdi Taj.

Rombongan timnas Iran juga dijadwalkan langsung terbang ke Meksiko menggunakan maskapai nasional Iran Air tanpa harus transit lebih dulu di Amerika Serikat.

Perjalanan ke Los Angeles Hanya Kurang dari Satu Jam

Keuntungan terbesar dari markas baru Iran adalah efisiensi perjalanan menuju lokasi pertandingan.

Iran akan memainkan dua laga pertama Grup H di Los Angeles. Mereka dijadwalkan menghadapi New Zealand national football team pada 15 Juni sebelum bertemu Belgium national football team pada 21 Juni.

Setelah itu, Iran akan melanjutkan pertandingan ketiga melawan Egypt national football team di Seattle pada 26 Juni.

Menurut Mehdi Taj, jarak dari Tijuana menuju Los Angeles sangat singkat sehingga dinilai jauh lebih efisien dibanding rencana awal mereka di Arizona.

“Total jarak antara kami dan tempat pertandingan kami di Los Angeles adalah 55 menit dengan penerbangan,” ungkapnya.

Kondisi tersebut diyakini dapat membantu pemain tetap bugar selama menjalani fase grup yang padat.

FIFA Diminta Beri Jaminan

Masalah visa Iran sebenarnya sudah mulai muncul ketika delegasi mereka menjalani pemusatan latihan pramusim di Turki.

Saat itu, para pemain dan staf mulai mengurus dokumen masuk ke Amerika Serikat. Namun hingga kurang dari satu bulan sebelum Piala Dunia dimulai, visa tersebut belum juga diterbitkan.

Situasi itu membuat Federasi Sepak Bola Iran mendesak FIFA untuk memberikan kepastian dan jaminan terkait keamanan serta kelancaran partisipasi mereka di turnamen.

Iran juga meminta perlakuan yang adil bagi seluruh delegasi selama kompetisi berlangsung.

Amir Ghalenoei Segera Umumkan Skuad Final

Di tengah situasi yang cukup rumit, Timnas Iran tetap melanjutkan persiapan menuju Piala Dunia 2026.

Mereka dijadwalkan menjalani laga uji coba melawan Gambia national football team pada 29 Mei mendatang sebagai bagian dari pemanasan sebelum turnamen dimulai.

Sementara itu, Amir Ghalenoei dipastikan akan segera mengumumkan daftar final berisi 26 pemain paling lambat 1 Juni sesuai tenggat resmi FIFA.

Publik Iran kini berharap persoalan visa dan ketegangan politik tidak mengganggu fokus tim dalam menghadapi persaingan berat di Piala Dunia 2026.

Share This Article