Verstappen Usir Jurnalis Inggris menjadi sorotan utama jelang Grand Prix Jepang di Suzuka. Insiden ini menunjukkan ketegangan yang masih berlangsung antara Max Verstappen dan media Inggris. Bahkan, Verstappen Usir Jurnalis Inggris dengan menolak berbicara sebelum jurnalis tersebut meninggalkan ruangan.
Situasi ini mempertegas sikap Verstappen terhadap media tertentu. Ia sebelumnya juga sering mengkritik pemberitaan yang dianggap tidak adil. Oleh karena itu, insiden ini kembali memicu perdebatan di kalangan penggemar.
Verstappen Usir Jurnalis Inggris dari Konferensi Pers Suzuka

Max Verstappen mengambil langkah tegas saat konferensi pers pra-balapan di Suzuka. Ia menolak memberikan pernyataan sebelum jurnalis dari Inggris meninggalkan ruangan. Keputusan ini dinilai sebagai respons langsung terhadap ketegangan sebelumnya.
Insiden tersebut diduga berawal dari konferensi pers di Abu Dhabi musim lalu. Saat itu, Verstappen mendapat pertanyaan terkait insiden dengan George Russell di Spanyol. Ia merespons dengan nada kesal dan menilai pertanyaan tersebut tidak adil.
“Anda melupakan semua hal lain yang terjadi di musim saya,” jawab Verstappen saat itu. Ia juga menambahkan bahwa fokus media terlalu sempit terhadap satu insiden saja.
Sejak saat itu, hubungan Verstappen dengan beberapa media semakin memanas. Ia bahkan menilai bahwa sebagian besar media tidak memberikan sudut pandang yang seimbang.
Ketegangan Lama dengan Media Inggris Kembali Memanas
Di sisi lain, Verstappen sudah lama mengkritik media Inggris. Ia menilai adanya kecenderungan bias dalam pemberitaan terhadap dirinya. Menurutnya, latar belakang kebangsaan turut memengaruhi cara ia diperlakukan.
Sebelumnya, Verstappen juga pernah memboikot Sky Sports F1 pada tahun 2022. Hal ini terjadi setelah komentar kontroversial terkait hasil kejuaraan 2021. Insiden tersebut hingga kini masih menjadi perdebatan di dunia F1.
Selain itu, laporan FIA juga mengakui adanya kesalahan manusia dalam keputusan balapan tersebut. Namun demikian, kontroversi tetap membekas di kalangan penggemar.
Verstappen kembali menegaskan pandangannya pada musim 2024. Ia menyebut sebagian besar media didominasi oleh jurnalis Inggris. Oleh karena itu, ia merasa pemberitaan yang muncul sering kali tidak adil.
Perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa ketegangan belum sepenuhnya mereda. Bahkan, isu lama seperti insiden di Spanyol masih menjadi topik sensitif bagi Verstappen.

