Gelaran MotoGP Brasil 2026 berubah menjadi mimpi buruk bagi pembalap dan tim.
Balapan yang digelar di Sirkuit Ayrton Senna justru diwarnai berbagai masalah serius, mulai dari banjir, aspal rusak, hingga perubahan jadwal mendadak.
Dari Banjir Hingga Aspal Hancur
Masalah sudah muncul bahkan sebelum balapan dimulai. Sirkuit sempat dilanda banjir yang mengganggu jalannya sesi latihan.
Memasuki hari berikutnya, kondisi semakin parah ketika muncul lubang di lintasan lurus start/finis.
Akibatnya:
- sesi latihan tertunda hingga 1 jam
- sprint MotoGP mundur lebih dari 1 jam
- kualifikasi Moto3 molor hingga hampir malam
- kualifikasi Moto2 digeser ke hari berikutnya
Puncaknya, balapan utama MotoGP terpaksa dipangkas dari 31 lap menjadi 23 lap karena kondisi lintasan yang tidak aman.
Pembalap Jadi Korban
Permukaan aspal yang terkelupas menyebabkan kerikil beterbangan dan mengenai para pembalap.
Pembalap Prima Pramac Yamaha, Jack Miller, mengaku menjadi salah satu korban.
“Saya terus terkena batu. Karena saya di belakang, saya yang kena semuanya,” ujar Miller.
Kritik Pedas dari Tim dan Pembalap
Eks manajer Valentino Rossi, Davide Brivio, melontarkan kritik keras.
“Kami tidak bisa membiarkan situasi seperti ini terjadi,” tegasnya.
Sementara itu, Marc Marquez juga menyalahkan kondisi trek atas kegagalannya meraih podium.
“Saya membuat kesalahan di tikungan yang aspalnya rontok,” ujar Marquez.
Mirip Mandalika, Tapi Lebih Parah
Kejadian ini mengingatkan pada debut MotoGP Indonesia 2022 di Sirkuit Mandalika.
Namun, kondisi di Brasil dinilai lebih buruk karena:
- aspal sampai berlubang
- perubahan keputusan dilakukan mendadak
- koordinasi dinilai kurang matang
Race Direction: Ada Saluran Air Tersembunyi
Dalam klarifikasinya, Race Direction mengungkap fakta mengejutkan.
Ternyata terdapat saluran air lama di bawah lintasan yang sebelumnya tidak terdokumentasi.
Selain itu, faktor lain seperti:
- panas ekstrem
- aktivitas balapan sebelumnya
juga mempercepat kerusakan aspal.
MotoGP Tetap Dilirik, Tapi…
Meski penuh masalah, balapan ini tetap menarik perhatian besar dengan total 148.384 penonton.
Namun, dengan rencana ekspansi global MotoGP—terutama setelah akuisisi Dorna Sports oleh Liberty Media—insiden ini menjadi tamparan keras.
MotoGP dituntut untuk mencapai standar tinggi seperti Formula 1.
Janji Perbaikan untuk Musim Depan
Race Direction memastikan seluruh masalah akan diperbaiki sebelum MotoGP kembali ke Brasil musim depan.
“Masalah ini telah diakui dan akan diperbaiki,” tulis pernyataan resmi.
Namun satu hal jelas, insiden ini menjadi peringatan bahwa standar keselamatan dan kualitas sirkuit tidak boleh dikompromikan.
