Legenda Manchester United, Paul Scholes, melontarkan kritik terhadap performa Arsenal setelah kekalahan 0-2 dari Manchester City di final Carabao Cup. Salah satu sorotan utama Scholes tertuju pada Bukayo Saka yang dinilai tidak tampil maksimal dan terlihat kehilangan arah dalam permainan.
Arsenal Gagal Kembali Raih Trofi
Kekalahan di partai final membuat Arsenal kembali gagal menambah koleksi gelar mereka. Sejak terakhir kali menjuarai Piala FA pada 2020, The Gunners belum mampu mengangkat trofi lagi.
Dalam laga tersebut, Manchester City memastikan kemenangan lewat dua gol di babak kedua. Hasil ini menambah tekanan bagi tim asuhan Mikel Arteta meski mereka masih tampil konsisten di kompetisi liga.
Bukayo Saka Dinilai Kehilangan Peran

Paul Scholes menilai Bukayo Saka tidak mampu menunjukkan performa terbaiknya. Menurutnya, pemain muda itu kesulitan beradaptasi dengan sistem permainan yang diterapkan Arsenal saat ini.
Ia menegaskan bahwa masalah tersebut tidak sepenuhnya berasal dari Saka, melainkan juga dipengaruhi oleh kurangnya dukungan dari lini lain dalam tim.
Distribusi Bola Jadi Masalah
Scholes juga mengkritik lini tengah dan pertahanan Arsenal yang dianggap gagal mendukung lini serang. Ia menyebut para pemain belakang dan gelandang tidak mampu mengalirkan bola dengan baik ke area depan.
Kondisi ini membuat para penyerang, termasuk Saka, kesulitan mendapatkan peluang yang cukup untuk menciptakan ancaman bagi lawan.
Terlalu Bergantung pada Bola Mati
Selain itu, Scholes menyoroti gaya permainan Arsenal yang dinilai terlalu mengandalkan situasi bola mati. Menurutnya, strategi tersebut membuat permainan Arsenal menjadi mudah dibaca oleh lawan.
Ia bahkan membandingkan situasi tersebut dengan tim-tim di masa lalu yang mengandalkan lemparan jauh sebagai senjata utama, yang pada akhirnya membuat variasi serangan menjadi terbatas.
Kritik dari Paul Scholes menunjukkan adanya masalah dalam permainan Arsenal meski mereka masih tampil kuat di liga domestik. Performa Bukayo Saka dan minimnya kreativitas menjadi perhatian utama. Jika ingin kembali meraih trofi, Arsenal perlu memperbaiki alur permainan serta mengurangi ketergantungan pada bola mati.
