Gara-gara Konflik Timur Tengah, Dua Pemain Asing Persita Batal Adu Duel di Laga Internasional

Dravios
By
2 Min Read

Situasi geopolitik memanas di Timur Tengah berdampak langsung ke dunia sepak bola.

Dua pemain asing Persita Tangerang, Tamirlan Kozubaev dan Pablo Ganet, dipastikan batal saling berhadapan di laga internasional.

Duel yang Batal Terjadi

Awalnya, tim nasional Kirgistan dijadwalkan menghadapi Guinea Khatulistiwa dalam laga uji coba di Antalya, Turki, pada 25 Maret 2026.

Laga ini seharusnya menjadi momen menarik karena mempertemukan dua pemain Persita di level internasional.

Namun rencana tersebut harus batal akibat situasi global yang tidak kondusif.

Dampak Konflik Iran vs Amerika–Israel

Memanasnya konflik antara Iran dengan aliansi Amerika Serikat dan Israel berdampak pada sektor penerbangan internasional.

Akibatnya, federasi sepak bola mengalami kesulitan dalam:

  • pengurusan tiket
  • akses penerbangan
  • keamanan perjalanan pemain

Tamirlan Kozubaev Terpaksa Mundur

Kozubaev mengaku sebenarnya masuk dalam rencana tim nasional Kirgistan, apalagi kini mereka dilatih oleh Robert Prosinecki, eks pemain Real Madrid dan Barcelona.

Namun kendala perjalanan membuatnya harus mengundurkan diri.

“Federasi kesulitan mengurus tiket ke Turki, jadi saya harus mundur,” ujarnya.

Pablo Ganet Ambil Keputusan Serupa

Hal serupa juga dilakukan oleh Ganet.

Pemain yang sempat tampil di Piala Afrika 2025 itu memilih tidak bergabung dengan tim nasionalnya demi alasan keamanan.

“Karena situasi perang dan masalah penerbangan, saya memutuskan tidak ikut,” kata Ganet.

Ia pun menyayangkan batalnya duel melawan Kozubaev yang sebenarnya sangat dinantikan.

Dua Pemain Berpengalaman

Kedua pemain ini bukan sosok sembarangan di level internasional:

  • Tamirlan Kozubaev: 63 caps sejak 2015
  • Pablo Ganet: 56 caps sejak 2015

Pengalaman mereka membuat duel ini sebenarnya sangat menarik untuk disaksikan.

Sepak Bola Ikut Terdampak

Kasus ini menjadi bukti bahwa konflik global tidak hanya berdampak pada politik dan ekonomi, tetapi juga dunia olahraga.

Laga yang seharusnya menjadi ajang unjuk kemampuan justru harus batal karena faktor di luar lapangan.

Share This Article