PSSI Diminta Gercep! Dean Zandbergen dan Luke Vickery Bisa Jadi Solusi Lini Depan Timnas

Leonara
By
3 Min Read

Timnas Indonesia kembali mendapat sorotan terkait kebutuhan striker berkualitas. Meski sudah memiliki sosok seperti Ole Romeny, sektor penyerangan skuad Garuda dinilai masih membutuhkan tambahan tenaga baru. Nama Dean Zandbergen dan Luke Vickery pun mencuat sebagai kandidat kuat melalui program naturalisasi yang tengah digencarkan PSSI.

Performa Dean Zandbergen di kompetisi Liga 2 Belanda musim 2025/2026 menjadi salah satu alasan utama mengapa ia layak dipertimbangkan. Penyerang berdarah Indonesia itu baru saja mencuri perhatian setelah mencetak hattrick untuk VVV-Venlo saat menghadapi SC Cambuur.

Secara keseluruhan, Zandbergen telah mengoleksi 11 gol sepanjang musim ini. Catatan tersebut membuatnya masuk dalam jajaran striker paling produktif dan berbahaya di kompetisi tersebut. Dengan tinggi badan mencapai 188 cm, ia juga dikenal unggul dalam duel udara, menjadikannya ancaman serius di kotak penalti lawan.

Tak hanya itu, kemampuan teknisnya juga terbilang lengkap. Ia mampu menggunakan kedua kaki dengan baik, memiliki visi bermain yang matang, serta ketenangan saat menyelesaikan peluang. Kombinasi atribut tersebut membuatnya dianggap sebagai striker ideal untuk memperkuat Timnas Indonesia.

Selain Zandbergen, nama Luke Vickery juga masuk dalam radar naturalisasi. Penyerang yang saat ini bermain di klub Australia, Macarthur FC, memiliki garis keturunan Indonesia dan dinilai punya potensi besar untuk menambah daya gedor lini depan Garuda.

Lini Serang Bisa Jadi Lebih Tajam

Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, menilai bahwa kehadiran kedua pemain ini bisa membawa perubahan signifikan. Ia menegaskan bahwa PSSI harus bergerak cepat sebelum peluang mendapatkan mereka semakin sulit.

Menurutnya, performa Zandbergen yang sedang meningkat bisa membuatnya dilirik klub-klub besar di Belanda, bahkan berpotensi naik ke kasta tertinggi Eredivisie. Jika hal itu terjadi, proses naturalisasi bisa menjadi lebih kompleks.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kombinasi Zandbergen atau Vickery dengan Ole Romeny akan menciptakan komposisi lini depan yang ideal. Romeny dinilai lebih cocok bermain sebagai gelandang serang (nomor 10), sementara posisi striker murni (nomor 9) bisa diisi oleh pemain seperti Zandbergen atau Vickery.

Jika skenario ini terwujud, lini serang Timnas Indonesia akan menjadi jauh lebih berbahaya dan variatif, baik dari segi penyelesaian akhir maupun kreativitas serangan.

Krisis Striker Masih Jadi Masalah

Kebutuhan akan striker tajam sebenarnya bukan isu baru bagi Timnas Indonesia. Sejak era kepelatihan Shin Tae-yong hingga kini, posisi penyerang tengah masih menjadi titik lemah yang belum sepenuhnya teratasi.

Dalam waktu dekat, Timnas Indonesia dijadwalkan menjalani FIFA Matchday pada awal Juni. Situasi ini membuat kebutuhan akan striker baru semakin mendesak.

Ronny Pangemanan menilai bahwa jika proses naturalisasi bisa dipercepat, Dean Zandbergen berpeluang tampil dalam agenda tersebut. Ia pun menegaskan bahwa PSSI harus segera mengambil langkah konkret agar tidak kehilangan momentum.

Menurutnya, minimal satu dari dua nama—Zandbergen atau Vickery—harus segera diamankan untuk memperkuat lini depan Timnas Indonesia dalam waktu dekat.

Share This Article