“Saya Jadi Ilegal di Negara Sendiri!” Pengakuan Mengejutkan Tim Geypens Usai Naturalisasi

Raj Pur
By
2 Min Read

Keputusan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) justru membawa masalah serius bagi Tim Geypens. Alih-alih membuka jalan karier, ia kini menghadapi kebingungan besar terkait status kewarganegaraannya.

Dalam wawancara dengan media Belanda, Dagblad van het Noorden, Geypens mengungkap fakta mengejutkan: dirinya tidak benar-benar memahami bahwa naturalisasi bisa membuatnya kehilangan kewarganegaraan Belanda.

“Tidak, kehilangan kewarganegaraan Belanda saat mengambil keputusan itu tidak pernah benar-benar dibahas,” ungkapnya.

Pengakuan ini langsung memicu tanda tanya besar. Bagaimana mungkin proses naturalisasi seorang pemain profesional berlangsung tanpa pemahaman penuh soal konsekuensi hukum yang krusial?

Geypens sendiri tak menampik adanya kelalaian. Ia mengaku terlalu fokus pada peluang yang ada hingga mengabaikan detail penting.

“Semuanya terlihat begitu indah, saya berada dalam semacam tunnel vision.”

Namun pernyataan itu justru mempertegas adanya dugaan minimnya edukasi atau pendampingan dalam proses naturalisasi. Situasi semakin pelik ketika DVHN menemukan fakta janggal: Geypens masih memegang paspor Belanda, meski kemungkinan status kewarganegaraannya sudah hilang.

Dampaknya tidak main-main.

“Rasanya sangat aneh. Tiba-tiba saya menjadi ilegal di Belanda, negara tempat saya lahir dan bersekolah.”

Pernyataan tersebut menjadi sorotan tajam. Seorang pemain yang lahir dan besar di Belanda kini merasa “asing” di tanah sendiri—sebuah ironi dari proses yang seharusnya menguntungkan kariernya.

Yang lebih membingungkan, secara sistem ia masih bisa mengakses layanan resmi Belanda seperti DigiD.

“Saya masih bisa masuk ke DigiD. Sepertinya antar pemerintah juga tidak sepenuhnya saling terhubung.”

Hal ini menimbulkan pertanyaan baru: apakah ada celah koordinasi antarnegara dalam menangani kasus kewarganegaraan seperti ini?

Kini, Geypens berada di persimpangan. Ia ingin kejelasan: apakah bisa kembali menjadi warga negara Belanda, dan apa dampaknya terhadap statusnya sebagai WNI.

Kasus ini bukan sekadar cerita personal. Ini menjadi alarm keras bagi dunia sepak bola Indonesia—bahwa proses naturalisasi tidak hanya soal performa di lapangan, tetapi juga menyangkut konsekuensi hukum yang bisa mengubah hidup pemain secara drastis.

Jika tidak ditangani serius, bukan tidak mungkin kasus seperti ini akan kembali terulang. Dan saat itu terjadi, yang dipertaruhkan bukan hanya karier pemain—tetapi juga kredibilitas sistem naturalisasi itu sendiri.

Share This Article