Perdebatan soal penggunaan VAR kembali memanas setelah sebuah survei terbaru menunjukkan mayoritas penggemar ingin sepak bola kembali tanpa teknologi tersebut. Hasil ini memperlihatkan adanya ketidakpuasan yang cukup besar terhadap penerapan VAR dalam beberapa tahun terakhir.
Mayoritas Fans Menolak VAR

Survei yang dilakukan oleh Football Supporters’ Association terhadap lebih dari 7.000 penggemar menunjukkan angka mencolok: sekitar 91% responden menilai sepak bola akan lebih baik tanpa VAR.
Selain itu, hanya sebagian kecil yang merasa teknologi ini meningkatkan kualitas pertandingan. Mayoritas justru menganggap VAR mengurangi kenikmatan menonton, baik di stadion maupun melalui siaran langsung.
Emosi dan Ritme Permainan Terganggu
Salah satu alasan utama penolakan adalah hilangnya emosi spontan dalam sepak bola. Banyak penggemar merasa momen selebrasi gol menjadi tidak natural karena harus menunggu konfirmasi dari VAR.
Sebanyak 92% responden mengaku kegembiraan mereka berkurang akibat proses pengecekan ulang yang memakan waktu. Bahkan, 96% menilai keputusan VAR terlalu lama untuk diselesaikan.
Tidak Semua Aspek VAR Ditolak
Meski banyak kritik, sebagian penggemar masih menerima penggunaan VAR dalam kondisi tertentu. Lebih dari separuh responden mendukung teknologi ini untuk membantu keputusan offside dalam proses terjadinya gol.
Selain itu, sebagian besar juga setuju VAR digunakan untuk mendeteksi pelanggaran penting yang berpotensi mengubah jalannya pertandingan.
Usulan Perluasan VAR Kurang Diminati
Namun, rencana untuk memperluas penggunaan VAR justru mendapat penolakan. Hanya sedikit responden yang mendukung penggunaan teknologi ini untuk keputusan seperti tendangan sudut atau kartu kuning kedua.
Hal ini menunjukkan bahwa penggemar tidak sepenuhnya menolak VAR, tetapi lebih mengkritisi cara penggunaannya saat ini.
FIFA dan IFAB Tetap Pertahankan VAR
Meskipun mendapat banyak kritik, peluang VAR untuk dihapus sepenuhnya masih sangat kecil. IFAB sebagai badan pembuat aturan sepak bola dunia tetap berkomitmen mengevaluasi sistem ini, bukan menghilangkannya.
Evaluasi yang direncanakan dalam beberapa tahun ke depan bertujuan memperbaiki efisiensi dan memastikan keputusan penting tetap akurat tanpa mengganggu jalannya pertandingan.
Survei ini menunjukkan bahwa mayoritas penggemar menginginkan perubahan dalam penggunaan VAR, terutama terkait durasi dan dampaknya terhadap emosi permainan. Meski tidak sepenuhnya ditolak, teknologi ini jelas membutuhkan pembenahan agar tetap sejalan dengan esensi sepak bola yang dinamis dan penuh gairah.
