Final Liga Champions 2006 yang mempertemukan Arsenal dan Barcelona di Stade de France, Paris, tetap menjadi salah satu pertandingan paling dramatis dalam sejarah sepak bola modern. Bagi fans Arsenal, malam itu adalah luka yang belum sembuh, sementara bagi Barcelona, itu adalah awal dari era dominasi mereka di Eropa.

- 1. Kartu Merah Pertama dalam Sejarah Final UCL
- 2. Rekor Clean Sheet Arsenal yang Tak Terpatahkan
- 3. Perpisahan Pahit “The King” Thierry Henry
- 4. Dampak Instan Henrik Larsson (The Unsung Hero)
- 5. Wasit yang “Tertangkap” Memakai Jersey Barca
- 6. Gol Pertama Sol Campbell di Liga Champions
- 7. Arsene Wenger dan Penyesalan Pergantian Pemain
Namun, di balik skor 2-1 untuk kemenangan Blaugrana, ada deretan fakta yang mungkin terlewatkan oleh banyak orang. Mari kita bedah satu per satu.
1. Kartu Merah Pertama dalam Sejarah Final UCL
Banyak yang ingat Jens Lehmann diusir keluar lapangan pada menit ke-18 setelah menjatuhkan Samuel Eto’o. Namun, tahukah Anda bahwa Lehmann adalah pemain pertama yang menerima kartu merah di laga Final Liga Champions sejak format baru dimulai pada 1992?

Keputusan wasit Terje Hauge ini sangat kontroversial karena ia tidak memberikan advantage saat Ludovic Giuly sebenarnya sudah menceploskan bola ke gawang yang kosong.
2. Rekor Clean Sheet Arsenal yang Tak Terpatahkan
Sebelum kebobolan dua gol di babak kedua oleh Samuel Eto’o dan Juliano Belletti, Arsenal mencatatkan rekor pertahanan paling gila dalam sejarah kompetisi.

Arsenal datang ke final dengan catatan 10 pertandingan berturut-turut tanpa kebobolan (clean sheet). Mereka menjaga gawang tetap suci selama 995 menit. Rekor ini bertahan hingga hari ini sebagai durasi terlama sebuah tim tidak kebobolan di Liga Champions.
3. Perpisahan Pahit “The King” Thierry Henry
Meskipun Henry baru benar-benar pindah ke Barcelona pada tahun 2007, Final 2006 dianggap sebagai titik balik emosionalnya. Henry tampil luar biasa malam itu dan memberikan assist untuk gol Sol Campbell melalui tendangan bebas.

Banyak pengamat meyakini bahwa jika Arsenal menang malam itu, Henry mungkin tidak akan pernah meninggalkan London Utara. Kekalahan ini menjadi alasan kuat baginya untuk mencari trofi “Si Kuping Besar” di tempat lain.
4. Dampak Instan Henrik Larsson (The Unsung Hero)
Jika Anda bertanya pada Ronaldinho siapa pahlawan malam itu, dia tidak akan menyebut dirinya sendiri. Dia akan menyebut Henrik Larsson.

Masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-61, striker Swedia ini memberikan dua assist untuk kedua gol Barcelona. Menariknya, ini adalah pertandingan terakhir Larsson untuk Barcelona sebelum ia pulang kampung ke Swedia. Sebuah kado perpisahan yang sempurna.
5. Wasit yang “Tertangkap” Memakai Jersey Barca
Ini adalah skandal kecil yang sempat menghebohkan media Inggris saat itu. Salah satu asisten wasit, Ole Hermann Borgan, tertangkap kamera berpose menggunakan jersey Barcelona di sebuah koran Norwegia sehari sebelum pertandingan.

Meskipun ia mengaku hanya melakukannya untuk keperluan foto dan tidak memihak, UEFA tetap bertindak tegas dengan menggantinya sesaat sebelum pertandingan dimulai demi menjaga integritas laga.
6. Gol Pertama Sol Campbell di Liga Champions
Sol Campbell mencetak gol pembuka lewat sundulan maut. Yang jarang diketahui adalah, itu merupakan gol pertama sekaligus terakhir Sol Campbell di ajang Liga Champions sepanjang kariernya. Mencetak gol di final namun berakhir kalah tentu memberikan rasa pahit yang mendalam bagi sang bek legendaris Inggris tersebut.

7. Arsene Wenger dan Penyesalan Pergantian Pemain
Karena kartu merah Lehmann, Wenger terpaksa menarik keluar Robert Pires (salah satu playmaker terbaiknya) untuk memasukkan kiper cadangan Manuel Almunia.

Hingga bertahun-tahun kemudian, Pires mengaku masih merasa sakit hati dengan keputusan tersebut karena itu adalah pertandingan terakhirnya untuk Arsenal. Wenger sendiri mengakui bahwa itu adalah salah satu keputusan tersulit yang harus ia ambil dalam karier manajerialnya.
Final UCL 2006 bukan sekadar kekalahan bagi Arsenal atau kemenangan bagi Barcelona. Laga ini adalah titik temu antara pertahanan baja (Arsenal) melawan kreativitas tanpa batas (Barcelona). Meskipun Arsenal bermain dengan 10 orang selama lebih dari 70 menit, mereka hampir saja memenangkan laga, yang membuktikan betapa tangguhnya skuat asuhan Arsene Wenger kala itu.

