Veda Masih Bungkam Jelang Moto3 Prancis 2026, Rival Sudah Tebar Ancaman

Dravios
By
2 Min Read

Veda Masih Diam, Rival Sudah Panaskan Persaingan

Sorotan menuju seri kelima Moto3 2026 di Sirkuit Le Mans mulai memanas.

Namun berbeda dengan rival-rivalnya, Veda Ega Pratama justru masih belum memberikan pernyataan terbaru jelang balapan.

Situasi ini cukup kontras, mengingat para pesaingnya sudah terang-terangan menunjukkan ambisi besar.


Murid Marc Marquez Pede Lanjutkan Dominasi

Nama yang paling mencuri perhatian tentu Maximo Quiles.

Pembalap yang dikenal sebagai murid Marc Marquez itu tampil luar biasa di awal musim.

Empat podium dari empat seri, termasuk dua kemenangan, membuatnya memimpin klasemen dengan 90 poin.

Quiles datang ke Prancis dengan kepercayaan diri tinggi dan target jelas: menjaga momentum.

“Saya ingin tetap menikmati balapan dan menjaga ritme sejak awal,” ujarnya.


Rekan Setim Juga Tak Mau Kalah

Bukan hanya Quiles, rekan setimnya Marco Morelli juga mulai menunjukkan taring.

Sebagai rookie, performanya cukup konsisten dengan hasil terbaik finis keempat di Jerez.

Menariknya, Morelli punya kenangan manis di Le Mans saat tampil di Red Bull Rookies Cup.

Hal ini membuatnya semakin percaya diri untuk memburu podium perdananya musim ini.


Veda Punya Modal Kuat, Tapi Masih Menahan Diri

Di tengah ramainya pernyataan para rival, Veda justru memilih lebih kalem.

Padahal, pembalap Honda Team Asia itu datang dengan bekal positif usai finis keenam di Jerez.

Start dari posisi ke-17, Veda sukses menyalip 11 pembalap—sebuah performa yang menunjukkan potensi besarnya.

Dalam pernyataan terakhirnya, Veda mengakui masih ada banyak hal yang perlu diperbaiki, terutama soal konsistensi dan manajemen ban.


Le Mans Jadi Ujian Konsistensi

Balapan di Le Mans akan jadi ujian penting bagi Veda.

Jika mampu menjaga performa seperti di Jerez, bukan tidak mungkin ia bisa kembali menembus barisan depan.

Namun, dengan rival yang sedang on fire, sedikit saja kehilangan fokus bisa langsung berakibat fatal.


Kesimpulan

Veda mungkin belum banyak bicara, tapi performanya sudah cukup jadi jawaban.

Di saat rival sibuk tebar ancaman, Veda justru memilih fokus memperbaiki diri.

Moto3 Prancis 2026 akan jadi panggung pembuktian: apakah strategi “diam tapi mematikan” ini benar-benar efektif.

Share This Article