
Kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho, menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung setia The Jakmania setelah Macan Kemayoran dipastikan gagal meraih gelar juara Super League musim 2025/2026. Bek Timnas Indonesia tersebut mengakui hasil yang diraih Persija musim ini jauh dari target yang telah ditetapkan sejak awal kompetisi.
Pernyataan itu disampaikan Rizky Ridho melalui akun media sosial pribadinya usai Persija Jakarta menelan kekalahan 1-2 dari rival abadi mereka, Persib Bandung. Kekalahan tersebut sekaligus menutup peluang Persija untuk mengejar gelar juara musim ini.
Dalam unggahannya, Rizky Ridho mengaku sangat kecewa dengan pencapaian tim. Meski kompetisi masih menyisakan dua pertandingan, posisi Persija sudah dipastikan finis di papan atas tanpa peluang menjadi juara. Ia menilai hasil tersebut jelas bukan harapan seluruh pemain, pelatih, manajemen, maupun suporter.
Bek berusia 24 tahun itu juga secara khusus meminta maaf kepada The Jakmania yang selama musim ini terus memberikan dukungan penuh kepada tim. Ridho menyebut perjalanan Persija musim ini penuh tantangan dan dinamika, terutama ketika performa tim mulai menurun memasuki paruh kedua musim.
Selain menyampaikan permintaan maaf, Rizky Ridho juga menyinggung insiden panas yang terjadi dalam pertandingan melawan Persib Bandung. Laga klasik penuh rivalitas tersebut memang berlangsung dalam tensi tinggi, baik di dalam maupun luar lapangan. Ridho mengaku siap menerima konsekuensi atas situasi yang terjadi selama pertandingan berlangsung.
Musim ini sebenarnya sempat berjalan cukup menjanjikan bagi Persija Jakarta. Tim asuhan Mauricio Souza tampil kompetitif pada awal musim dan beberapa kali bersaing di papan atas klasemen. Namun memasuki tahun 2026, performa Macan Kemayoran mulai mengalami penurunan drastis.
Dalam 17 pertandingan sepanjang 2026, Persija beberapa kali gagal meraih kemenangan, termasuk saat menghadapi Borneo FC, Dewa United, hingga Bhayangkara Presisi Lampung FC. Rentetan hasil kurang maksimal tersebut membuat peluang juara perlahan menghilang.
Meski gagal membawa Persija menjadi juara, performa individu Rizky Ridho tetap mendapat banyak apresiasi sepanjang musim. Bek andalan Timnas Indonesia itu tampil konsisten di lini pertahanan dan tetap menjadi salah satu pemain terbaik Persija musim ini.
Rizky Ridho juga menegaskan bahwa seluruh tim akan berusaha menutup musim dengan hasil terbaik dalam dua laga tersisa. Setelah kompetisi berakhir, ia berharap Persija bisa melakukan evaluasi menyeluruh agar tampil lebih kuat pada musim depan.
Sebagai kapten tim, Ridho merasa bertanggung jawab atas hasil yang diraih Persija musim ini. Namun ia memastikan bahwa seluruh pemain telah berjuang maksimal sepanjang kompetisi demi memberikan hasil terbaik untuk klub dan suporter.
