Bayern Munich membawa misi besar saat menjamu Paris Saint-Germain pada leg kedua semifinal Liga Champions di Allianz Arena. Setelah kalah tipis 4-5 di leg pertama, tim asuhan Vincent Kompany dituntut tampil sempurna demi membalikkan agregat.
Bek Bayern, Jonathan Tah, menegaskan bahwa timnya siap menghadapi tekanan tinggi dari PSG. Ia optimistis dukungan penuh publik Allianz Arena akan menjadi faktor pembeda dalam laga penentuan ini.
Pertemuan pertama kedua tim berlangsung sangat dramatis dengan total sembilan gol tercipta. Hal tersebut menunjukkan tajamnya lini depan masing-masing tim, namun juga mengungkap kelemahan di sektor pertahanan Bayern yang harus segera dibenahi.
Tah menekankan bahwa fokus sejak menit awal menjadi kunci utama. Kesalahan kecil dinilai bisa berakibat fatal, terutama saat menghadapi tim dengan kecepatan dan kreativitas seperti PSG.
Mengantisipasi Pergerakan Dinamis PSG
PSG dikenal memiliki lini depan dengan mobilitas tinggi. Pergerakan tanpa bola yang cair sering membuat lini belakang lawan kehilangan bentuk dan koordinasi.
Menurut Tah, Bayern tidak cukup hanya mengandalkan disiplin posisi. Mereka perlu bermain lebih agresif, terutama dalam duel-duel fisik untuk memutus aliran serangan lawan sejak awal.
Pendekatan fisik juga dianggap penting untuk menguasai bola kedua. Dengan memenangkan duel di lini tengah, Bayern dapat mengurangi tekanan dan membangun serangan lebih efektif.
“Kami harus agresif, melakukan tekel, dan memenangkan duel serta bola kedua,” ujar Tah. Ia menambahkan bahwa timnya akan berusaha menciptakan lebih banyak peluang sambil meminimalisir kesempatan bagi PSG.
