Ángel Di María meluapkan kemarahannya di media sosial setelah muncul kontroversi besar dalam sepak bola Argentina usai pertandingan antara Racing Club melawan Rosario Central.
Laga yang berakhir dengan kemenangan 2-1 Rosario Central setelah perpanjangan waktu itu memicu perdebatan panas terkait keputusan wasit. Situasi semakin memanas setelah presiden Racing Club, Diego Milito, melontarkan kritik keras terhadap kondisi sepak bola Argentina.
Milito menilai timnya dirugikan oleh keputusan wasit, terutama kartu merah yang diterima Adrian “Maravilla” Martinez. Menurutnya, keputusan tersebut menjadi titik balik yang membuat Racing gagal melaju lebih jauh.
“Saya sangat lelah. Kami merasa seperti dirampok kemenangan lagi. Sepak bola Argentina busuk,” ujar Milito dengan nada kecewa usai pertandingan.
Di Maria Bela Rosario Central dan Klub-Klub Kecil

Pernyataan tersebut langsung mendapat respons tajam dari Di Maria. Mantan pemain tim nasional Argentina itu membela Rosario Central sekaligus menyindir klub-klub besar yang dinilai tidak siap menerima persaingan yang semakin ketat.
Menurut Di Maria, klub-klub dari luar Buenos Aires kini semakin kompetitif dan mampu bersaing dalam perebutan gelar. Namun, keberhasilan itu justru sering dipandang negatif oleh sebagian pihak.
“Sungguh mengecewakan bahwa Rosario Central berjuang untuk setiap gelar. Sungguh mengecewakan bahwa tim-tim dari luar Buenos Aires menang,” tulis Di Maria di media sosial.
Ia juga menegaskan bahwa menyalahkan wasit atau klub lawan bukan solusi terbaik ketika hasil pertandingan tidak sesuai harapan.
Kritik Pedas untuk Media Argentina
Tidak hanya menyerang kritik dari Racing Club, Di Maria juga menyoroti peran media sepak bola Argentina yang menurutnya terlalu berpihak kepada klub-klub besar di Buenos Aires.
Pemain yang menjadi bagian penting Argentina saat menjuarai Piala Dunia 2022 itu menilai klub-klub provinsi selama bertahun-tahun selalu berada di bawah tekanan dan kurang mendapat pembelaan.
“Selama bertahun-tahun, tim-tim provinsi harus diam karena media paling berpengaruh berada di Buenos Aires. Tapi sekarang kami tidak akan diam lagi,” tegas Di Maria.
Pernyataan tersebut langsung memancing perdebatan luas di kalangan penggemar sepak bola Argentina.
Kontroversi Gol Alejo Veliz

Di Maria juga ikut membahas kontroversi gol Alejo Véliz yang sempat diperdebatkan karena dugaan offside.
Menurutnya, gol tersebut sepenuhnya sah dan tuduhan offside hanya muncul karena sudut kamera tertentu yang digunakan dalam tayangan ulang.
“Ada dua sudut pandang kamera untuk situasi yang sama, tetapi mereka memilih sudut yang membuat gol terlihat offside. Sungguh kebetulan,” sindir Di Maria.
Komentar bernada sarkastik itu semakin memperkeruh suasana dan membuat polemik semakin besar.
Sepak Bola Argentina Kembali Memanas
Kontroversi mengenai keputusan wasit dan manajemen liga memang terus menjadi sorotan di sepak bola Argentina dalam beberapa waktu terakhir. Rosario Central sendiri sebelumnya juga sempat menuai perdebatan setelah menerima tambahan gelar dari federasi sepak bola Argentina usai musim berakhir.
Situasi tersebut membuat tensi persaingan antarklub semakin panas, terutama antara klub-klub besar Buenos Aires dan tim-tim dari daerah lain.
Respons keras Di Maria kini menjadi salah satu topik paling ramai diperbincangkan di Argentina dan semakin memperlihatkan betapa panasnya atmosfer sepak bola di negara juara dunia tersebut.
