Bek Timnas Indonesia, Kevin Diks, bersama sejumlah pemain nasional lainnya menunjukkan reaksi keras setelah Ricky Kambuaya menjadi korban serangan rasial di media sosial. Insiden tersebut terjadi usai pertandingan antara Dewa United melawan Persib Bandung dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026.
Pertandingan yang berlangsung di Banten International Stadium itu berakhir imbang 2-2, namun sorotan justru mengarah pada kejadian di luar lapangan. Kambuaya mengungkapkan bahwa dirinya menerima banyak komentar bernada rasial melalui media sosial, baik di kolom komentar maupun pesan pribadi.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Kambuaya memperlihatkan bukti ujaran diskriminatif yang diterimanya. Hal ini langsung memicu gelombang simpati sekaligus kemarahan dari sesama pemain, terutama rekan-rekannya di Timnas Indonesia.

Kevin Diks menjadi salah satu yang paling vokal menyuarakan ketidakpercayaannya terhadap insiden tersebut. Ia menyebut tindakan rasial itu sebagai sesuatu yang tidak bisa diterima dalam dunia sepak bola modern.
Tidak hanya Diks, pemain lain seperti Egy Maulana Vikri dan Rafael Struick juga ikut angkat suara. Mereka memberikan dukungan moral kepada Kambuaya sekaligus mengecam keras tindakan rasisme yang masih terjadi.
Bahkan, beberapa pemain lain turut menunjukkan reaksi serupa, menandakan bahwa solidaritas antar pemain Timnas Indonesia sangat kuat dalam menghadapi isu sensitif seperti diskriminasi. Fenomena ini sekaligus menegaskan bahwa rasisme masih menjadi masalah serius yang harus segera ditangani dalam sepak bola nasional.
Kasus yang menimpa Kambuaya juga bukan yang pertama. Sebelumnya, pemain lain di kompetisi yang sama dilaporkan mengalami hal serupa, menunjukkan bahwa ujaran kebencian di ruang digital masih menjadi ancaman nyata bagi para atlet profesional.
Insiden ini kembali membuka diskusi mengenai pentingnya edukasi, pengawasan, dan penegakan aturan terhadap pelaku rasisme, baik di stadion maupun di media sosial. Banyak pihak berharap federasi dan operator liga dapat mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Di tengah kompetisi yang semakin kompetitif, sepak bola Indonesia diharapkan tidak hanya berkembang dari sisi kualitas permainan, tetapi juga dalam hal sportivitas dan penghormatan terhadap sesama.
