AC Milan Mulai Kehilangan Identitas, Lini Belakang Jadi Sorotan

Dinarantraxx
2 Min Read

Performa AC Milan mengalami penurunan drastis pada fase akhir musim. Tim asuhan Massimiliano Allegri kini kesulitan menjaga konsistensi, terutama di lini pertahanan yang sebelumnya sempat menjadi kekuatan utama mereka.

Pada paruh pertama musim, Rossoneri tercatat sebagai salah satu tim dengan pertahanan terbaik di Serie A. Mereka hanya kebobolan 15 gol, sejajar dengan catatan milik Inter, Napoli, dan Como.

Catatan impresif tersebut sempat membawa Milan bersaing dalam perebutan gelar juara. Mereka bahkan hanya terpaut tiga poin dari puncak klasemen sebelum performa tim mulai menurun sejak pertengahan Maret.

Dalam periode itu, AC Milan hanya mampu mencetak enam gol dan kebobolan 12 kali. Situasi semakin memburuk setelah mereka kemasukan sembilan gol dalam enam pertandingan terakhir, termasuk lima gol dalam dua laga terbaru.

Kekalahan dari Lazio Jadi Awal Kemunduran

Kekalahan dari Lazio pada 15 Maret disebut menjadi titik balik menurunnya performa AC Milan musim ini. Pada laga tersebut, Matteo Gabbia absen akibat cedera.

Absennya Gabbia ternyata memberi pengaruh besar terhadap kestabilan lini belakang Milan. Namun seiring berjalannya waktu, masalah tim tidak hanya berkaitan dengan kehilangan satu pemain.

Penurunan performa individu mulai terlihat di berbagai sektor. Faktor fisik dan mental disebut ikut memengaruhi permainan tim setelah mereka gagal mempertahankan posisi di papan atas klasemen.

Banyak Pemain Kehilangan Performa Terbaik

Di lini tengah, Luka Modric mulai kehilangan ritme permainan. Sementara kontribusi Adrien Rabiot dalam membantu pertahanan juga dinilai menurun dibanding sebelumnya.

Pada sektor sayap, keseimbangan permainan Alexis Saelemaekers ikut menghilang. Sedangkan Davide Bartesaghi tidak lagi mampu memberikan pengorbanan maksimal di sisi kiri permainan.

Masalah yang awalnya hanya terlihat di lini depan kini mulai menyebar ke seluruh area permainan AC Milan. Rossoneri tampak kesulitan menjaga organisasi permainan dan kestabilan tim dalam setiap pertandingan.

Meski demikian, clean sheet saat menghadapi Verona dan Juventus menunjukkan bahwa potensi Milan sebenarnya masih ada. Mereka tetap mampu tampil disiplin ketika fokus permainan bisa dijaga dengan baik.

Share This Article