Lionel Messi kembali membuktikan dirinya belum habis. Sang megabintang Argentina tampil luar biasa saat membawa Inter Miami CF meraih kemenangan dramatis 5-3 atas FC Cincinnati dalam lanjutan MLS 2026.
Pertandingan yang berlangsung di TQL Stadium itu langsung disebut sebagai salah satu laga terbaik MLS musim ini. Delapan gol tercipta, drama comeback terjadi, dan Messi menjadi pusat perhatian lewat performa kelas dunia yang kembali mengingatkan publik pada masa emasnya di Eropa.
Messi Langsung Panaskan Pertandingan
Inter Miami memulai laga dengan agresif. Kombinasi Lionel Messi, Luis Suarez, dan Sergio Busquets membuat lini pertahanan Cincinnati terus berada dalam tekanan sejak menit awal.
Gol pertama akhirnya lahir pada menit ke-24. Messi memanfaatkan celah di depan kotak penalti sebelum melepaskan tembakan kaki kiri khasnya yang gagal dihentikan kiper Roman Celentano. Stadion sempat terdiam melihat kualitas penyelesaian akhir sang kapten Argentina.
Namun keunggulan Miami tak bertahan lama. Cincinnati langsung bangkit dan membalikkan keadaan lewat gol Kevin Denkey serta Pavel Bucha. Tim tuan rumah tampil lebih efektif dan sempat membuat Inter Miami kehilangan ritme permainan.

Messi Jadi Penyelamat Miami
Memasuki babak kedua, Inter Miami kembali mengandalkan magis Messi. Pada menit ke-55, Luis Suarez mengirim umpan matang ke dalam kotak penalti dan Messi dengan tenang menyelesaikannya menjadi gol kedua pribadinya malam itu. Skor berubah menjadi 2-2 dan momentum mulai berbalik ke kubu Miami.
Gol tersebut langsung membakar semangat tim tamu. Messi terlihat jauh lebih aktif turun ke lini tengah untuk membantu distribusi bola sekaligus membuka ruang bagi rekan-rekannya.
Inter Miami kemudian berbalik unggul lewat aksi German Berterame. Namun drama belum selesai karena Cincinnati kembali menyamakan skor menjadi 3-3 melalui Mateo Silvetti.
Drama Menit Akhir & Kontroversi Hattrick Messi
Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang, Inter Miami justru tampil lebih tenang di momen krusial. German Berterame mencetak gol penting pada menit ke-84 yang membuat Miami kembali unggul.
Tak lama kemudian, Messi hampir mencetak hattrick setelah sebuah bola liar mengenai kiper Cincinnati dan masuk ke gawang. Banyak fans sempat merayakan hattrick Messi, namun MLS akhirnya mengonfirmasi gol tersebut sebagai gol bunuh diri Roman Celentano.
Meski gagal mencatat hattrick resmi, performa Messi tetap menjadi sorotan utama. Dua gol dan satu assist cukup untuk menjadikannya man of the match.
Statistik Messi vs Cincinnati
- 2 gol
- 1 assist
- 5 tembakan
- 3 peluang tercipta
- 90% akurasi umpan
- 1 penghargaan Man of the Match
Inter Miami Kian Percaya Diri
Kemenangan ini sangat penting bagi Inter Miami dalam persaingan papan atas MLS Wilayah Timur. Selain menunjukkan mentalitas comeback, laga ini juga memperlihatkan bahwa ketergantungan Miami terhadap Messi masih sangat besar.
Pelatih Javier Mascherano memuji kepemimpinan Messi dan menyebut sang pemain selalu mampu mengubah jalannya pertandingan di momen penting.
Hingga pekan ini, Messi sudah mengoleksi 12 gol musim ini dan terus menjadi pemain paling berpengaruh di MLS 2026.
Messi Belum Habis
Di usia 38 tahun, Lionel Messi masih tampil luar biasa. Kecepatan mungkin tak lagi sama seperti dulu, tetapi visi bermain, kontrol bola, dan finishing miliknya tetap berada di level elite.
Laga melawan Cincinnati menjadi bukti bahwa Messi masih mampu menjadi pembeda dan membawa Inter Miami tampil sebagai kandidat serius juara MLS musim ini.
