Denmark Open 2026 Dimulai, 14 Wakil Indonesia Turun

Hoki Brodin
5 Min Read

Story Sport mencatat Denmark Open 2026 mulai berlangsung di Odense pada 13–18 Oktober dengan 14 wakil Indonesia memasuki turnamen BWF World Tour Super 750. Tunggal putra membawa tiga nama, sementara sektor ganda kembali menjadi kekuatan terbesar skuad Merah Putih.

Turnamen ini memiliki level lebih tinggi dibanding Arctic Open.

Karena itu, draw juga lebih berat.

Menurut jadwal PB Djarum, kompetisi berjalan selama enam hari di Odense dan melibatkan wakil Indonesia dari seluruh sektor.

Denmark Open 2026 Jadi Ujian Alwi Farhan

Alwi Farhan menjadi salah satu nama yang paling diperhatikan.

Ia menghadapi Ayush Shetty dari India pada babak pertama.

Pertemuan ini menarik karena keduanya termasuk pemain muda yang sedang naik.

Indian Express mencatat Alwi pernah mengalahkan Shetty di World Championships.

Namun hasil lama tidak menjamin apa pun.

Super 750 memiliki tekanan berbeda.

Pemain harus menjaga fokus sejak pertandingan pertama.

Jonatan Christie Kembali Membawa Pengalaman

Jonatan Christie juga masuk skuad.

Sebagai salah satu pemain paling berpengalaman, ia membawa target besar.

Turnamen Eropa sering cocok dengan permainannya.

Namun konsistensi tetap menjadi tantangan.

Satu gim buruk dapat langsung mengakhiri perjalanan.

Karena sistem gugur tidak memberi ruang memperbaiki kesalahan pada hari berikutnya.

Zaki Ubaidillah Dapat Panggung Besar

Moh Zaki Ubaidillah menjadi wakil ketiga tunggal putra.

Bagi pemain muda, Super 750 memberikan kesempatan berbeda.

Ia tidak hanya mengejar kemenangan.

Pengalaman menghadapi pemain elite juga memiliki nilai besar.

Kecepatan shuttle.

Tekanan arena.

Kualitas rally.

Semua lebih tinggi.

Pertandingan seperti ini membantu mempercepat proses belajar.

Putri Kusuma Wardani Jadi Wakil Tunggal Putri

Sektor tunggal putri hanya membawa Putri Kusuma Wardani.

Kondisi ini membuat tanggung jawab cukup besar.

Putri membutuhkan start kuat.

Turnamen Super 750 menawarkan poin ranking penting.

Selain itu, perjalanan jauh ke Eropa akan terasa lebih bernilai jika ia mampu melewati beberapa ronde.

Namun draw tunggal putri selalu berat.

Pemain China, Jepang, Korea Selatan, dan Eropa memiliki kedalaman tinggi.

Ganda Putra Bawa Banyak Pasangan

Indonesia membawa beberapa kombinasi di ganda putra.

Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi.

Daniel Marthin/Leo Rolly Carnando.

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.

Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.

Nikolaus Joaquin/Raymond Indra.

Jumlah tersebut menunjukkan kedalaman sektor ganda putra.

Namun banyak wakil tidak otomatis menghasilkan gelar.

Mereka tetap harus melewati pasangan elite Korea, China, Malaysia, Jepang, dan Denmark.

Babak Pertama Sudah Membawa Tantangan

Beberapa wakil Indonesia langsung turun pada hari pertama.

Jadwal Vidio mencatat Ali/Devin, Febriana/Meilysa, Sabar/Reza, serta Raymond/Nikolaus termasuk dalam pertandingan pembuka.

Dengan demikian, recovery dari perjalanan menjadi penting.

Pemain tidak memiliki banyak waktu adaptasi.

Mereka harus segera mengenali kondisi hall.

Drift udara sering menjadi faktor dalam badminton indoor.

Ganda Putri Datang dengan Kombinasi Baru

Febriana Dwipuji Kusuma berpasangan dengan Meilysa Trias Puspitasari.

Selain itu, Amalia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Febi Setianingrum/Rachel Allessya Rose ikut masuk draw.

Kombinasi baru membutuhkan waktu.

Rotasi.

Komunikasi.

Pembagian area.

Semua harus berkembang melalui pertandingan.

Super 750 menjadi ujian nyata.

Ganda Campuran Masih Mencari Konsistensi

Indonesia membawa Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah serta Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu.

Sektor ini masih berada dalam fase mencari pasangan yang stabil.

Karena itu, setiap turnamen memberi data penting.

Apakah pola serangan bekerja?

Siapa lebih efektif di depan?

Bagaimana pertahanan menghadapi pasangan kuat?

Jawaban biasanya baru terlihat dalam laga kompetitif.

Denmark Open Punya Nilai Ranking Tinggi

Super 750 memberi poin besar.

Hal ini penting menuju turnamen akhir tahun.

Pemain yang mengejar World Tour Finals membutuhkan konsistensi.

Satu hasil semifinal atau final dapat mengubah posisi ranking cukup signifikan.

Sebaliknya, kekalahan awal membuat tekanan bertambah pada turnamen berikutnya.

Karena itu, Denmark Open tidak hanya soal satu gelar.

Turnamen juga memengaruhi strategi sisa musim.

Kondisi Fisik Menjadi Tantangan

Rangkaian tur Eropa berlangsung padat.

Pemain berpindah dari satu negara ke negara lain dalam hitungan hari.

Jet lag mungkin tidak terlalu besar setelah mereka sudah berada di kawasan Eropa.

Namun fatigue tetap muncul.

Latihan.

Pertandingan.

Perjalanan.

Semua menumpuk.

Tim pelatih harus mengatur recovery.

Indonesia Membutuhkan Hasil Konsisten

Denmark Open 2026 datang pada saat regenerasi badminton Indonesia terus berjalan.

Pemain senior masih memegang peran penting.

Namun nama muda mulai masuk turnamen besar.

Keseimbangan keduanya menjadi kunci.

Turnamen seperti Denmark Open memberi gambaran apakah generasi berikutnya sudah siap menghadapi level elite.

Enam hari di Odense akan menjawab sebagian pertanyaan tersebut.

Share This Article