Mantan juara kelas menengah UFC itu mulai kehilangan kesabaran setelah lama menunggu kepastian mengenai pertarungan berikutnya.
storysport – Khamzat Chimaev kembali menjadi sorotan setelah secara terbuka meminta Dana White segera memberinya jadwal pertarungan. Mantan juara kelas menengah UFC itu tampaknya tidak ingin berlama-lama berada di luar Octagon setelah kehilangan sabuk dalam duel melawan Sean Strickland.
- Khamzat Chimaev Ingin Segera Bertarung Lagi
- Kekalahan dari Strickland Mengubah Situasi Chimaev
- Peluang Rematch Khamzat Chimaev vs Sean Strickland
- Persaingan Kelas Menengah UFC Semakin Ketat
- Khamzat Chimaev Bisa Naik ke Kelas Berat Ringan
- Dana White Memegang Keputusan Penting
- Khamzat Chimaev Masih Berada di Jalur Perebutan Gelar
- Chimaev Menunggu Jawaban UFC
Chimaev menyampaikan keinginannya melalui media sosial. Ia mengunggah foto ketika Dana White memasangkan sabuk juara UFC kepadanya setelah kemenangan atas Dricus du Plessis pada Agustus tahun lalu. Dalam unggahan tersebut, Chimaev menyampaikan pesan langsung kepada bos UFC dan menegaskan bahwa dirinya ingin segera bertarung lagi.
Situasi ini membuat masa depan Khamzat Chimaev di UFC kembali menarik perhatian. Ia masih berada di jajaran teratas kelas menengah dan mempunyai peluang besar untuk masuk ke pertarungan penting berikutnya.
Namun, UFC belum memberikan kepastian mengenai lawan maupun jadwal comeback-nya.
Khamzat Chimaev Ingin Segera Bertarung Lagi

Keinginan Chimaev untuk kembali ke Octagon muncul beberapa bulan setelah kekalahannya dari Sean Strickland pada UFC 328.
Dalam duel tersebut, Strickland merebut sabuk kelas menengah setelah menang melalui keputusan mutlak. Hasil itu menjadi pukulan besar bagi Chimaev karena ia datang ke pertarungan tersebut dengan reputasi sebagai salah satu petarung paling dominan di UFC.
Sebelum laga berlangsung, tensi antara Chimaev dan Strickland sudah sangat tinggi. Keduanya saling melontarkan komentar tajam dan membangun rivalitas yang membuat pertarungan mereka semakin menarik perhatian publik.
Strickland bahkan sempat mempertanyakan mentalitas Chimaev menjelang duel tersebut.
Meski akhirnya berhasil memenangkan pertarungan, Strickland juga tidak keluar tanpa masalah. Ia mengalami cedera bahu dalam laga itu dan membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi fisiknya.
Kondisi sang juara membuat Chimaev menghadapi situasi yang tidak sederhana.
Ia ingin kembali bertarung secepat mungkin, tetapi jalur menuju laga perebutan gelar masih bergantung pada keputusan UFC.
Kekalahan dari Strickland Mengubah Situasi Chimaev
Sebelum kehilangan gelar, Chimaev memiliki posisi yang sangat kuat di divisi kelas menengah.
Gaya bertarung agresif menjadi salah satu senjata utamanya. Ia dikenal mampu memberikan tekanan tinggi sejak awal pertandingan dan mengandalkan kemampuan gulat untuk membawa lawan ke posisi yang tidak nyaman.
Kekalahan dari Strickland tidak serta-merta menghapus reputasi tersebut.
Sebaliknya, hasil itu menciptakan pertanyaan baru: bagaimana Chimaev akan merespons kekalahan besar dalam kariernya?
Petarung elite sering menghadapi ujian paling berat setelah kehilangan sabuk. Mereka tidak hanya perlu memulihkan kondisi fisik, tetapi juga harus menunjukkan bahwa mereka masih memiliki ambisi untuk kembali ke level tertinggi.
Respons Chimaev sejauh ini cukup jelas.
Ia tidak ingin menunggu terlalu lama.
Pesannya kepada Dana White menunjukkan bahwa Chimaev ingin langsung kembali masuk ke persaingan dan membuktikan bahwa kekalahan tersebut tidak mengakhiri ambisinya di UFC.
Peluang Rematch Khamzat Chimaev vs Sean Strickland
Salah satu opsi paling menarik tentu saja duel ulang melawan Sean Strickland.
Secara kompetitif, pertandingan tersebut mempunyai alasan kuat untuk kembali digelar. Chimaev ingin merebut kembali sabuk yang hilang, sedangkan Strickland mempunyai kesempatan untuk membuktikan bahwa kemenangan pertamanya bukan sebuah kebetulan.
Rivalitas keduanya juga belum benar-benar berakhir.
Strickland kembali menyindir Chimaev melalui media sosial setelah pertarungan pertama. Ia membandingkan petarung yang langsung kembali berlatih setelah kalah dengan mereka yang memilih menghilang selama beberapa bulan.
Komentar seperti itu membuat ketegangan tetap hidup.
Dari sisi promosi, duel kedua juga memiliki daya tarik besar. UFC mempunyai dua petarung dengan karakter berbeda, gaya bertarung kontras, dan sejarah rivalitas yang sudah terbentuk.
Namun, kondisi bahu Strickland dapat memengaruhi jadwal.
Jika sang juara membutuhkan waktu lebih panjang untuk pulih, UFC mungkin memberikan lawan lain kepada Chimaev terlebih dahulu.
Persaingan Kelas Menengah UFC Semakin Ketat
Chimaev juga tidak sendirian dalam persaingan kelas menengah.
Ia masih berada di posisi atas divisi tersebut, tetapi sejumlah petarung lain terus mendekati kesempatan perebutan sabuk.
Dricus du Plessis tetap menjadi salah satu nama besar. Selain itu, Nassourdine Imavov, Joe Pyfer, dan Brendan Allen juga ikut meramaikan persaingan.
Kondisi ini memberikan tekanan tambahan kepada Chimaev.
Semakin lama ia tidak bertanding, semakin besar peluang petarung lain mengambil momentum.
Karena itulah permintaan Chimaev kepada Dana White cukup mudah dipahami. Ia membutuhkan aktivitas untuk mempertahankan posisinya dalam daftar penantang teratas.
Satu kemenangan besar dapat langsung mengembalikannya ke jalur perebutan gelar.
Sebaliknya, masa vakum yang terlalu panjang berpotensi membuat UFC memilih nama lain sebagai penantang berikutnya.
Khamzat Chimaev Bisa Naik ke Kelas Berat Ringan
Selain rematch melawan Strickland, Chimaev juga mempunyai opsi lain.
Salah satu kemungkinan yang mulai muncul adalah naik ke kelas berat ringan.
Secara fisik, Chimaev mempunyai ukuran tubuh yang cukup besar untuk kelas menengah. Gaya bertarung berbasis tekanan dan grappling juga membuka peluang baginya untuk mencoba tantangan di divisi yang lebih berat.
Namun, pindah kelas bukan keputusan sederhana.
Petarung kelas berat ringan memiliki ukuran dan tenaga yang lebih besar. Chimaev mungkin tidak lagi memiliki keuntungan fisik sebesar yang selama ini ia nikmati di kelas menengah.
Ia juga harus menyesuaikan strategi ketika menghadapi lawan yang lebih kuat dalam pertarungan clinch maupun grappling.
Meski demikian, peluang tersebut tetap menarik jika UFC kesulitan menemukan lawan kelas menengah dalam waktu dekat.
Bagi Chimaev, yang terpenting saat ini tampaknya bukan siapa lawannya, melainkan kapan ia bisa kembali bertanding.
Dana White Memegang Keputusan Penting
Sekarang perhatian beralih kepada Dana White dan UFC.
Organisasi harus menentukan arah divisi kelas menengah sambil memperhitungkan kondisi Sean Strickland dan perkembangan para penantang lainnya.
Jika Strickland pulih dalam waktu dekat, UFC bisa mempertimbangkan duel ulang.
Jika tidak, Chimaev mungkin menghadapi salah satu petarung peringkat atas untuk menentukan penantang berikutnya.
UFC juga harus memperhatikan momentum.
Chimaev memiliki basis penggemar besar dan gaya bertarung yang menarik. Membiarkannya terlalu lama tanpa pertandingan bisa mengurangi momentum yang sudah dibangun selama beberapa tahun terakhir.
Di sisi lain, UFC tentu tidak bisa memberikan pertarungan hanya karena seorang petarung memintanya.
Matchmaker harus mempertimbangkan ranking, kondisi medis, jadwal event, dan kepentingan divisi secara keseluruhan.
Khamzat Chimaev Masih Berada di Jalur Perebutan Gelar
Meski kehilangan sabuk, posisi Chimaev belum jatuh terlalu jauh.
Ia masih berada di antara petarung terbaik kelas menengah dan tetap memiliki peluang besar untuk kembali ke pertandingan perebutan gelar.
Hal tersebut menjadi alasan utama mengapa comeback berikutnya sangat penting.
Jika Chimaev meraih kemenangan dominan, ia bisa kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu ancaman terbesar dalam divisi.
Namun, kekalahan kedua secara beruntun dapat mengubah arah kariernya secara signifikan.
Tekanan tersebut justru membuat pertarungan berikutnya semakin menarik.
Penggemar ingin melihat apakah Chimaev mampu merespons kekalahan dari Strickland dengan performa terbaik atau justru menghadapi hambatan baru.
Chimaev Menunggu Jawaban UFC
Saat ini, Khamzat Chimaev sudah menyampaikan keinginannya secara terbuka.
Ia ingin kembali bertarung.
Pilihan lawannya cukup luas, mulai dari duel ulang melawan Sean Strickland hingga pertarungan melawan penantang kelas menengah lainnya. Bahkan kemungkinan pindah ke kelas berat ringan tetap terbuka.
Namun, keputusan akhir berada di tangan UFC.
Dana White dan tim matchmaker harus menentukan skenario yang paling masuk akal bagi divisi sekaligus menarik bagi penggemar.
Satu hal sudah jelas: Chimaev tidak ingin menghabiskan terlalu banyak waktu sebagai penonton.
Setelah kehilangan sabuk, ia sekarang mencari kesempatan untuk kembali membuktikan dirinya di Octagon. Jika UFC segera memberikan jadwal, pertarungan berikutnya bisa menjadi salah satu momen terpenting dalam perjalanan karier Chimaev.
