Khvicha Kvaratskhelia, Ancaman Besar PSG yang Bisa Merepotkan Bayern Munchen

Dinarantraxx
3 Min Read

Khvicha Kvaratskhelia diprediksi menjadi salah satu pemain paling berbahaya yang harus diwaspadai Bayern Munich saat menghadapi Paris Saint-Germain di semifinal UEFA Champions League, Rabu (29/4/2026) dini hari WIB.

Winger asal Georgia itu tampil luar biasa sepanjang musim dan menjadi senjata utama PSG di lini depan. Kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta penyelesaian akhir yang tajam membuatnya sulit dihentikan oleh lawan.

Beberapa tim besar Eropa sudah merasakan bahayanya musim ini. Klub seperti AS Monaco, Chelsea F.C., dan Liverpool F.C. gagal meredam pergerakannya di kompetisi Eropa.

Kvaratskhelia tercatat sudah mengoleksi delapan gol di Liga Champions musim ini. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah aksi individunya saat membobol gawang Liverpool di leg pertama perempat final.

Pelatih PSG, Luis Enrique, menilai Kvaratskhelia memiliki pengaruh besar bagi permainan timnya. Menurut Enrique, sang winger tidak hanya memberikan kualitas teknis, tetapi juga energi positif di lapangan.

“Dia adalah pemain yang sangat penting bagi kami. Bukan hanya karena kemampuannya, tetapi juga karena apa yang ia berikan dan tularkan sebagai seorang pemain,” ujar Enrique.

Konsisten di Liga Champions

Performa Kvaratskhelia di Liga Champions musim ini memang sangat konsisten. Ia menjadi salah satu faktor utama keberhasilan PSG melaju hingga semifinal.

Saat menghadapi Chelsea di babak 16 besar, pemain berusia 25 tahun itu mencetak gol di dua leg pertandingan dan membantu PSG menang agregat telak 8-2.

Ia juga tampil menentukan ketika melawan Monaco. Gol yang dicetaknya menjadi titik balik penting yang membantu PSG mengendalikan pertandingan.

Gaya Bermain yang Mematikan

Kvaratskhelia dikenal memiliki gaya bermain agresif dan eksplosif. Ia sering menusuk dari sisi kiri sebelum melepaskan tembakan melengkung ke arah gawang.

Banyak pihak membandingkan gaya bermainnya dengan legenda seperti George Best dan Thierry Henry karena kreativitas dan kelincahannya di lapangan.

Pemain asal Georgia itu mengatakan kemampuan penyelesaian akhirnya lahir dari latihan yang terus dilakukan, baik bersama klub maupun tim nasional.

“Ketika saya masuk ke dalam dan menembak, itu semua hasil kerja keras. Itu juga tergantung pada lawan kami. Saya juga melatihnya bersama tim nasional,” kata Kvaratskhelia.

Jadi Andalan PSG Musim Ini

Musim 2025/2026 menjadi salah satu musim terbaik dalam karier Kvaratskhelia. Ia sudah mencetak 16 gol untuk PSG di semua kompetisi.

Jumlah tersebut melampaui catatan terbaiknya saat masih membela S.S.C. Napoli, ketika mencetak 14 gol dan membantu klub Italia itu meraih gelar Serie A.

Kehadirannya juga membuat lini serang PSG semakin berbahaya. Kombinasinya dengan Ousmane Dembélé menjadi salah satu kekuatan utama tim asuhan Luis Enrique musim ini.

Jika Bayern gagal menemukan cara menghentikannya, Kvaratskhelia berpotensi kembali menjadi pembeda di laga semifinal nanti.

Share This Article