Lakers Masuk Era Baru dengan Nilai Fantastis
storysport – Los Angeles Lakers kembali menjadi sorotan besar di dunia olahraga. Salah satu klub paling terkenal di NBA itu segera memasuki era kepemilikan baru setelah muncul kesepakatan penjualan dengan nilai mencapai US$12,5 miliar. Nilai tersebut membuat transaksi Lakers menjadi salah satu kesepakatan terbesar dalam sejarah olahraga profesional Amerika Serikat.
- Bob Iger dan Josh Kushner Jadi Pengendali Baru Lakers
- Mark Walter Baru Memiliki Lakers Selama Kurang dari Setahun
- Jeanie Buss dan Konflik Saham Keluarga
- Akhir Era Keluarga Buss di Lakers?
- Lakers Memasuki Era Baru Bersama Luka Dončić
- Mengapa Lakers Bisa Bernilai US$12,5 Miliar?
- Rekor Baru dalam Dunia Olahraga Amerika
Kesepakatan tersebut melibatkan Bob Iger, mantan CEO The Walt Disney Company, dan investor Josh Kushner. Keduanya sepakat membeli Lakers dari kelompok yang dipimpin Mark Walter. Jika proses transaksi mendapat persetujuan NBA, Iger dan Kushner akan mengambil kendali mayoritas atas franchise yang memiliki sejarah panjang di kompetisi basket Amerika Serikat tersebut.
Nilai US$12,5 miliar membuat transaksi ini mencetak rekor baru. Bahkan, angka tersebut melampaui kesepakatan senilai US$10 miliar ketika Mark Walter mengambil alih kendali mayoritas Lakers dari keluarga Buss pada 2025. Artinya, hanya dalam waktu sekitar satu tahun, valuasi franchise tersebut kembali melonjak secara signifikan.
Bob Iger dan Josh Kushner Jadi Pengendali Baru Lakers
Bob Iger bukan nama asing di dunia bisnis Amerika. Ia dikenal luas karena pernah memimpin Disney dan memiliki pengalaman panjang dalam industri hiburan serta media. Sementara itu, Josh Kushner merupakan investor dan pendiri Thrive Capital yang telah memiliki pengalaman dalam dunia bisnis dan investasi.
Keduanya sebelumnya sempat mempertimbangkan peluang untuk memiliki tim NBA baru melalui ekspansi. Namun, kesempatan untuk membeli Lakers akhirnya mengubah rencana tersebut. Ketika mengetahui Mark Walter membuka peluang untuk menjual Lakers, Iger dan Kushner bergerak cepat hingga mencapai kesepakatan bernilai fantastis.
Kesepakatan ini juga menarik perhatian karena Lakers bukan sekadar tim NBA biasa. Franchise tersebut memiliki salah satu basis penggemar terbesar dalam olahraga dunia. Nama Lakers juga identik dengan sejarah panjang, pemain-pemain legendaris, gelar juara, serta daya tarik komersial yang sangat besar.
Dengan nilai transaksi US$12,5 miliar, pemilik baru tidak hanya membeli sebuah klub basket. Mereka mengambil alih salah satu merek olahraga paling berharga di dunia.
Mark Walter Baru Memiliki Lakers Selama Kurang dari Setahun
Perubahan kepemilikan Lakers berlangsung sangat cepat. Pada 2025, Mark Walter mengambil kendali mayoritas Lakers dengan valuasi sekitar US$10 miliar. Saat itu, transaksi tersebut sudah mencetak rekor sebagai penjualan tim olahraga Amerika Serikat dengan nilai terbesar.
Kini, Walter justru bersiap melepas Lakers dengan nilai yang jauh lebih tinggi. Kenaikan tersebut menunjukkan betapa cepat harga franchise olahraga papan atas meningkat.
Fenomena ini tidak hanya terjadi pada Lakers. Dalam beberapa tahun terakhir, investor dan miliarder semakin melihat klub olahraga sebagai aset bernilai tinggi. Popularitas olahraga, hak siar televisi, pendapatan komersial, sponsor, penjualan merchandise, serta basis penggemar global membuat harga klub terus mengalami peningkatan.
Lakers memiliki keunggulan tersendiri karena nama mereka sudah terkenal hingga berbagai negara. Klub ini tidak hanya menghasilkan pendapatan dari pertandingan NBA, tetapi juga memiliki kekuatan besar dalam pemasaran global.
Jeanie Buss dan Konflik Saham Keluarga
Meski kesepakatan US$12,5 miliar terlihat seperti langkah besar menuju era baru, proses penjualan Lakers ternyata belum sepenuhnya berjalan mulus.
Jeanie Buss, yang selama ini menjadi figur penting dalam kepemilikan dan pengelolaan Lakers, menentang rencana penjualan saham keluarga Buss. Pengacara Jeanie Buss menyatakan bahwa dirinya tidak menyetujui keputusan untuk menjual sisa saham keluarga sebesar sekitar 17,8 persen kepada kelompok Bob Iger dan Josh Kushner.
Persoalan ini penting karena posisi Jeanie Buss sebagai pengendali Lakers berkaitan dengan kepemilikan sahamnya. Berdasarkan laporan yang muncul, aturan NBA mensyaratkan kepemilikan minimal 15 persen untuk mempertahankan posisi tersebut.
Jika seluruh saham keluarga Buss berpindah tangan, posisi Jeanie Buss dalam struktur kepemilikan Lakers juga dapat berubah secara signifikan.
Pengacara Jeanie bahkan mempertanyakan keabsahan keputusan keluarga Buss untuk menjual saham tersebut. Ia berpendapat bahwa persetujuan Jeanie sebagai salah satu co-trustee diperlukan sebelum transaksi dapat berjalan.
Akhir Era Keluarga Buss di Lakers?
Keluarga Buss memiliki hubungan panjang dengan Lakers. Jerry Buss membeli Lakers pada 1979 dan kemudian membangun salah satu era paling sukses dalam sejarah NBA.
Di bawah kepemilikan keluarga Buss, Lakers memenangkan sejumlah gelar NBA dan menjadi rumah bagi banyak pemain legendaris. Nama-nama seperti Magic Johnson, Kareem Abdul-Jabbar, Shaquille O’Neal dan Kobe Bryant ikut membentuk identitas klub selama beberapa dekade.
Karena itu, perpindahan kepemilikan Lakers bukan sekadar transaksi bisnis biasa. Kesepakatan ini juga menandai kemungkinan berakhirnya hubungan langsung keluarga Buss dengan franchise tersebut setelah hampir setengah abad. Keluarga Buss sendiri menyatakan keinginan untuk keluar dari kepemilikan Lakers dan mendukung proses transisi.
Namun, keberatan Jeanie Buss membuat proses tersebut masih menyisakan pertanyaan. Persetujuan NBA juga menjadi tahapan penting sebelum transaksi benar-benar selesai.
Lakers Memasuki Era Baru Bersama Luka Dončić
Perubahan kepemilikan datang ketika Lakers juga sedang mengalami perubahan besar di dalam lapangan. Tim kini membangun masa depan dengan Luka Dončić sebagai salah satu pusat proyek olahraga mereka.
Lakers mendapatkan Dončić dari Dallas Mavericks pada 2025 dalam pertukaran besar yang melibatkan Anthony Davis. Langkah tersebut menjadi salah satu keputusan paling mengejutkan dalam sejarah NBA dan menunjukkan bahwa Lakers mulai mempersiapkan era setelah LeBron James.
LeBron kemudian meninggalkan Lakers pada 2026 dan bergabung dengan Philadelphia 76ers setelah delapan musim bersama klub tersebut. Kepergiannya membuat Lakers semakin fokus membangun tim di sekitar Dončić.
Situasi tersebut membuat perubahan kepemilikan semakin menarik. Pemilik baru akan mengambil alih franchise ketika Lakers sedang membentuk identitas baru, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Mengapa Lakers Bisa Bernilai US$12,5 Miliar?
Harga fantastis Lakers menunjukkan besarnya nilai bisnis olahraga modern. Lakers memiliki sejarah, popularitas global, arena dengan basis penggemar besar, hak komersial, sponsor, serta daya tarik pemain bintang.
Selain itu, NBA terus berkembang sebagai liga olahraga global. Pertumbuhan pasar internasional membuat franchise dengan merek kuat seperti Lakers memiliki potensi pendapatan yang sangat besar.
Nilai transaksi ini juga memperlihatkan bahwa klub olahraga semakin menyerupai aset investasi jangka panjang. Investor tidak hanya mempertimbangkan performa tim, tetapi juga potensi pendapatan media, nilai merek, pasar internasional, dan pertumbuhan bisnis di masa depan.
Rekor Baru dalam Dunia Olahraga Amerika
Jika transaksi tersebut mendapat persetujuan dan selesai sesuai rencana, penjualan Los Angeles Lakers senilai US$12,5 miliar akan menjadi rekor baru untuk nilai franchise olahraga profesional di Amerika Serikat.
Kesepakatan tersebut juga menunjukkan betapa tinggi nilai sebuah tim NBA saat ini. Hanya sekitar setahun setelah Mark Walter membeli kendali Lakers dengan valuasi US$10 miliar, franchise tersebut kini memiliki nilai US$12,5 miliar.
Namun, sebelum era Bob Iger dan Josh Kushner benar-benar dimulai, masih ada sejumlah tahapan yang harus dilalui. Persetujuan NBA menjadi salah satu bagian penting dari proses tersebut, sementara perselisihan Jeanie Buss dengan anggota keluarganya juga dapat memengaruhi proses penjualan saham.
Bagi Lakers, perubahan ini menjadi awal dari babak baru. Setelah puluhan tahun berada di bawah pengaruh keluarga Buss, franchise legendaris tersebut kini berada di ambang perubahan besar. Dengan valuasi US$12,5 miliar, Lakers bukan hanya mencetak rekor transaksi, tetapi juga memperlihatkan betapa besarnya nilai sebuah merek olahraga di era modern.
