Real Madrid Ogah Hormati Barcelona? Isu Guard of Honor Picu Panas Jelang El Clasico

Raj Pur
By
3 Min Read

Atmosfer panas mulai terasa bahkan sebelum peluit El Clasico dibunyikan. Rivalitas klasik antara Real Madrid dan Barcelona kembali memanas, kali ini bukan karena duel di lapangan, melainkan soal sikap yang dinilai sarat gengsi: guard of honor.

Barcelona kini berada di ambang gelar La Liga musim 2025/2026. Dengan keunggulan poin yang cukup nyaman di puncak klasemen, Blaugrana berpeluang mengunci trofi sebelum bentrok dengan Real Madrid pada El Clasico berikutnya.

Namun alih-alih mempersiapkan penghormatan, kubu Madrid justru dikabarkan bersiap mengambil langkah sebaliknya.

Madrid Disebut Sudah Ambil Sikap

Sejumlah laporan media Spanyol menyebut Real Madrid tidak berniat memberikan guard of honor jika Barcelona sudah resmi menjadi juara sebelum laga. Sikap ini langsung memicu perdebatan panas, mengingat tradisi tersebut kerap dianggap sebagai simbol sportivitas dalam sepak bola.

Bagi Madrid, ini bukan sekadar seremoni. Ini soal harga diri.

Penolakan tersebut diyakini bukan tanpa alasan. Hubungan kedua klub memang sedang berada di titik terendah dalam beberapa tahun terakhir. Ketegangan meningkat tajam sejak mencuatnya berbagai kontroversi yang menyeret Barcelona, membuat kubu Los Blancos enggan menunjukkan bentuk penghormatan apa pun.

Bukan Pertama Kali, Tapi Tetap Mengundang Api

Secara aturan, guard of honor memang tidak wajib dilakukan. Namun dalam konteks rivalitas sebesar El Clasico, keputusan untuk menolak tetap akan dibaca sebagai “pesan keras”. Apalagi, publik masih mengingat momen ketika Barcelona pernah melakukan guard of honor untuk Real Madrid di masa lalu. Jika kali ini Madrid benar-benar menolak, narasi “balas dendam simbolik” tak akan terhindarkan.

El Clasico Terancam Jadi Ajang Sindiran

Jika Barcelona memastikan gelar sebelum pertandingan, maka El Clasico berpotensi berubah dari sekadar laga besar menjadi panggung sindiran terbuka.

Bayangkan skenarionya: Barcelona turun sebagai juara, disambut tanpa penghormatan dari rival abadinya. Camp Nou (atau venue pertandingan) bisa berubah menjadi arena tekanan psikologis, bukan hanya bagi pemain, tetapi juga bagi Madrid yang harus menghadapi sorakan publik.

Situasi ini jelas akan menambah lapisan emosi dalam pertandingan yang memang sudah sarat gengsi.

Lebih dari Sekadar Sepak Bola

Keputusan Real Madrid—jika benar terjadi—akan kembali menegaskan bahwa rivalitas dengan Barcelona tidak pernah sederhana. Ini bukan hanya soal tiga poin, tapi juga identitas, sejarah, dan ego dua raksasa.

Satu hal yang pasti: jika guard of honor benar-benar “ditolak”, maka El Clasico kali ini tak hanya akan dikenang karena hasil akhir, tetapi juga karena sikap dingin yang memanaskan panggung sepak bola Spanyol.

Dan seperti biasa, ketika Madrid dan Barcelona bersinggungan, drama selalu menemukan jalannya.

Share This Article