Serena Williams Kembali ke US Open, Duet dengan Carlos Alcaraz Curi Perhatian

Hoki Brodin
6 Min Read

Arthur Ashe Stadium Kembali Menyambut Serena

storysport – Salah satu momen terbesar US Open 2026 terjadi bahkan sebelum nomor tunggal memasuki babak utama.

Serena Williams kembali bertanding di Arthur Ashe Stadium setelah sekitar empat tahun jauh dari kompetisi. Kali ini ia membentuk pasangan mixed doubles bersama Carlos Alcaraz.

Duet tersebut memenangkan pertandingan pertama sebelum akhirnya kalah dari Belinda Bencic dan Flavio Cobolli pada perempat final dengan skor 5-4(4), 4-1.

Meski perjalanan mereka singkat, kehadiran Serena langsung menjadi salah satu cerita terbesar turnamen.

Comeback yang Tidak Banyak Orang Prediksi

Serena merupakan salah satu atlet paling berpengaruh dalam sejarah tenis.

Ia meninggalkan kompetisi reguler setelah US Open 2022 dan selama beberapa tahun tidak menunjukkan tanda serius akan kembali ke turnamen.

Karena itu, kemunculannya pada nomor mixed doubles 2026 menciptakan kejutan.

Pada usia 44 tahun, Serena tidak datang sekadar sebagai figur nostalgia.

Ia tetap menunjukkan refleks, pukulan, dan insting kompetitif yang membuatnya memenangkan 23 gelar Grand Slam tunggal sepanjang karier.

Penonton Arthur Ashe Stadium pun memberikan sambutan besar sejak ia memasuki lapangan.

Carlos Alcaraz Memberikan Kombinasi Generasi yang Unik

Pasangan Serena dan Carlos Alcaraz memiliki daya tarik khusus.

Keduanya mewakili generasi berbeda.

Serena mendominasi tenis putri selama lebih dari dua dekade. Alcaraz menjadi salah satu wajah utama generasi baru tenis putra.

Gabungan dua nama tersebut menciptakan pertandingan yang terasa seperti pertemuan dua era.

Alcaraz sendiri kembali bermain setelah mengalami masalah pergelangan tangan sejak April.

Mixed doubles memberikan kesempatan baginya merasakan atmosfer pertandingan sebelum menjalani tantangan lain di New York.

Mereka Sempat Meraih Kemenangan

Serena dan Alcaraz tidak langsung tersingkir.

Pada pertandingan pertama, keduanya mampu mengalahkan Erin Routliffe dan Lloyd Glasspool.

Serena menunjukkan bahwa sentuhan kompetitifnya belum sepenuhnya hilang.

Setelah itu, mereka bertemu Bencic dan Cobolli.

Pasangan lawan mampu menjaga performa dan mengambil kendali pada set kedua.

Pertandingan berakhir singkat karena US Open menggunakan format khusus untuk mixed doubles.

Format Baru Membuat Pertandingan Lebih Cepat

US Open menjalankan mixed doubles dengan sistem yang dirancang agar pertandingan lebih cepat.

Set menggunakan format first-to-four games, no-ad scoring, serta match tiebreak 10 poin untuk menggantikan set ketiga pada situasi tertentu.

Format ini menghasilkan pertandingan dengan tempo tinggi.

Pemain tidak memiliki banyak waktu untuk memperbaiki kesalahan.

Satu break serve dapat langsung menentukan arah set.

Sistem tersebut juga memungkinkan banyak bintang tunggal ikut berpartisipasi tanpa menjalani pertandingan ganda yang terlalu panjang menjelang kompetisi utama.

Djokovic dan Sabalenka Juga Tersingkir

Serena dan Alcaraz bukan satu-satunya pasangan besar yang mengalami kejutan.

Pasangan unggulan utama Novak Djokovic dan Aryna Sabalenka kalah pada putaran pertama dari Henry Patten dan Katerina Siniakova dengan skor 1-4, 4-2, 10-2.

Hasil tersebut memperlihatkan bahwa reputasi pemain tunggal tidak otomatis menjamin keberhasilan di nomor ganda.

Permainan ganda membutuhkan positioning, komunikasi, reaksi di net, dan pembagian area yang berbeda.

Pemain spesialis doubles sering memiliki pemahaman taktik yang lebih matang.

Mixed Doubles Mendapat Perhatian Baru

US Open mulai mengemas mixed doubles dengan pendekatan berbeda.

Tujuannya jelas: membawa lebih banyak nama besar dan meningkatkan perhatian penonton.

Strategi itu terlihat berhasil dari sisi pemberitaan.

Pasangan seperti Serena-Alcaraz dan Djokovic-Sabalenka membuat nomor yang biasanya berada di bawah sorotan tunggal kini menjadi pembicaraan global.

Namun format baru juga memunculkan diskusi.

Sebagian penggemar menyukai pertandingan cepat dan banyak bintang. Sebagian lain lebih menghargai format ganda tradisional.

Perdebatan itu akan menjadi bagian dari evaluasi penyelenggara.

Serena Membuktikan Daya Tariknya Belum Hilang

Tidak semua comeback harus berakhir dengan gelar.

Bagi Serena, tampil kembali di Arthur Ashe Stadium sudah menciptakan momen besar.

Penonton mendapatkan kesempatan melihat salah satu pemain terbaik sepanjang masa kembali memegang raket dalam kompetisi resmi.

Kehadirannya juga mempertemukan penggemar lama dengan generasi baru.

Anak muda yang lebih mengenal Alcaraz akhirnya melihat langsung mengapa Serena memiliki posisi begitu besar dalam sejarah olahraga.

Apakah Serena Akan Bermain Lagi?

Pertanyaan tersebut langsung muncul setelah turnamen.

Serena tidak memberikan janji pasti mengenai comeback penuh.

AP mencatat bahwa ia bahkan membuka kemungkinan menarik ketika membicarakan potensi bermain bersama saudaranya, Venus, tetapi belum ada kepastian mengenai rencana kompetisi berikutnya.

Pada tahap ini, penggemar sebaiknya menikmati momen tanpa mengasumsikan bahwa Serena akan kembali menjalani kalender penuh.

Bermain satu nomor ganda sangat berbeda dengan mempersiapkan diri menghadapi musim tunggal.

US Open Mendapat Cerita Besar Sejak Awal

Kembalinya Serena menjadi contoh bahwa olahraga tidak selalu membutuhkan final untuk menghasilkan momen bersejarah.

Satu pertandingan dapat membangkitkan kembali kenangan bertahun-tahun.

Duet Serena Williams dan Carlos Alcaraz mungkin berhenti di perempat final, tetapi dampaknya jauh lebih besar daripada sekadar hasil di papan skor.

Arthur Ashe Stadium kembali melihat Serena bertanding.

Bagi banyak penggemar tenis, itu sudah cukup untuk menjadikan US Open 2026 sebagai turnamen yang sulit dilupakan.

Share This Article