Veda Ega Lolos Q2 di Misano, Misi Bangkit Dimulai

Hoki Brodin
7 Min Read

StorySport menyoroti langkah positif Veda Ega Pratama pada awal rangkaian Moto3 San Marino 2026 di Misano World Circuit Marco Simoncelli. Pebalap Indonesia itu berhasil menempatkan diri di posisi ke-13 pada sesi Practice Jumat, 11 September, sehingga berhak melaju langsung ke Q2 tanpa harus melewati fase kualifikasi pertama. Hasil tersebut datang pada waktu yang penting setelah Veda melewati akhir pekan sulit di Aragon dan membutuhkan momentum baru untuk kembali bersaing di barisan depan.

Veda Naik Setelah FP1 Sulit

Hari pertama di Misano tidak langsung berjalan mudah. Kondisi lintasan pada Free Practice 1 masih terpengaruh hujan yang mengguyur kawasan sirkuit. Veda menempati posisi ke-15 dengan selisih lebih dari lima detik dari Joel Kelso yang menjadi pembalap tercepat.

Perubahan besar terlihat pada sesi Practice ketika lintasan semakin ideal. Veda meningkatkan kecepatan secara signifikan dan membukukan waktu terbaik 1 menit 41,770 detik.

Catatan itu membuatnya terpaut 1,003 detik dari David Almansa yang memimpin sesi dengan 1 menit 40,767 detik. Joel Kelso menyusul di posisi kedua, sedangkan pemimpin klasemen Maximo Quiles berada di urutan ketiga.

Bagi Veda, posisi ke-13 mempunyai nilai besar karena hanya 14 pembalap tercepat yang memperoleh tiket otomatis menuju Q2.

Tiket Q2 Jadi Modal Penting

Lolos langsung ke Q2 membuat Veda tidak perlu mengambil risiko tambahan dalam Q1. Format kualifikasi Moto3 membuat keuntungan tersebut cukup berarti karena pembalap dapat langsung berkonsentrasi mencari posisi start terbaik.

Laporan resmi MotoGP mencatat Veda sempat terlibat momen kecil dengan Maximo Quiles ketika pembalap Spanyol tersebut merasa racing line-nya terganggu. Insiden itu tidak mengubah hasil akhir dan Veda tetap mempertahankan posisi yang membawanya ke Q2.

Situasi berbeda dialami Alvaro Carpe. Pembalap yang berada di posisi kedua klasemen justru hanya menempati urutan ke-18 sehingga harus melalui Q1.

Hal ini menunjukkan ketatnya persaingan Moto3. Selisih waktu kecil dapat membuat pembalap papan atas sekalipun kehilangan tiket langsung ke sesi kualifikasi utama.

Misano Jadi Kesempatan Bangkit

Veda tiba di San Marino dengan kebutuhan untuk memulihkan momentum. Pada seri sebelumnya di Aragon, ia hanya finis di posisi ke-20 dan gagal membawa pulang poin.

Pembalap Honda Team Asia tersebut mengakui Aragon sebagai salah satu akhir pekan tersulitnya musim ini. Ia kesulitan menemukan ritme serta setelan motor yang tepat. Veda sempat bergerak dari posisi start ke-22 menuju urutan ke-16, tetapi kecepatannya tidak cukup stabil sampai akhir balapan.

Tim kemudian melakukan evaluasi sebelum Misano. Hasil Practice memberi indikasi bahwa langkah perbaikan mulai memberikan efek.

Posisi ke-13 memang belum menempatkannya di kelompok favorit pole, tetapi tiket Q2 membuat peluang meraih posisi start kompetitif tetap terbuka.

Musim Debut Veda Sudah Beri Kejutan

Musim 2026 merupakan musim penuh pertama Veda di Kejuaraan Dunia Moto3. Meski berstatus rookie, rider asal Gunungkidul tersebut sudah menunjukkan kemampuan bersaing dengan pembalap yang lebih berpengalaman.

Ia membuka musim dengan finis kelima di Thailand. Pada seri Brasil, Veda membuat sejarah dengan meraih podium ketiga. Hasil podium kembali datang di Prancis setelah perubahan hasil resmi perlombaan.

Sebelum seri San Marino, Veda mengoleksi 97 poin dan berada di sekitar posisi ketujuh klasemen sementara. Angka tersebut memperlihatkan performa yang cukup kompetitif untuk seorang debutan.

Perjalanannya menuju Moto3 juga lahir dari jalur pengembangan panjang. Veda merupakan juara Asia Talent Cup 2023 sebelum berkompetisi di Red Bull MotoGP Rookies Cup dan JuniorGP. Honda kemudian memilihnya untuk bergabung dengan Honda Team Asia pada 2026.

Persaingan di Misano Tidak Mudah

David Almansa muncul sebagai pembalap tercepat pada Practice dan langsung menjadi salah satu kandidat kuat untuk posisi depan. Joel Kelso, Quiles, Marco Morelli, Rico Salmela, dan Valentin Perrone juga menunjukkan kecepatan tinggi.

Veda harus memangkas selisih sekitar satu detik jika ingin mendekati barisan terdepan pada kualifikasi.

Namun, karakter Misano memungkinkan perubahan cepat. Kondisi lintasan, suhu, lalu lintas pembalap, serta pemilihan waktu untuk melakukan flying lap dapat memengaruhi hasil.

Moto3 juga terkenal dengan rombongan besar ketika balapan. Posisi start penting, tetapi pembalap yang memiliki ritme konsisten masih dapat bergerak beberapa posisi selama perlombaan.

Karena itu, target realistis Veda bukan sekadar mengejar satu lap cepat. Ia juga perlu menemukan setelan yang menjaga ban dan memberikan kecepatan stabil dalam jarak balapan.

Posisi Start Akan Menentukan Strategi

Kualifikasi menjadi fase berikutnya yang sangat penting. Jika Veda mampu menembus beberapa baris depan, peluang bertahan di kelompok utama akan jauh lebih besar.

Start dari area tengah membuat pembalap menghadapi risiko kontak dan kehilangan waktu saat rombongan memasuki tikungan awal. Pada kelas Moto3, perbedaan antara kelompok depan dan tengah dapat berubah hanya dalam beberapa tikungan.

Honda Team Asia tentu membutuhkan hasil positif setelah akhir pekan berat di Aragon. Rekan setim Veda, Zen Mitani, berada di posisi ke-20 pada Practice sehingga harus bekerja lebih keras sebelum balapan.

Performa Veda kini menjadi salah satu harapan tim untuk membawa Honda Team Asia ke kelompok depan.

Peluang Hasil Besar Masih Terbuka

Balapan utama Moto3 San Marino berlangsung Minggu, 13 September pukul 16.00 WIB. Sebelum itu, Veda masih memiliki sesi latihan lanjutan serta Q2 untuk menentukan posisi start.

Hasil Jumat belum menjamin apa pun, tetapi lolos langsung ke Q2 menjadi awal yang jauh lebih baik dibanding kondisi di Aragon.

Bagi Veda, seri Misano juga menjadi kesempatan menunjukkan bahwa penurunan performa dalam beberapa balapan terakhir bukan gambaran utuh kemampuannya. Podium yang sudah ia raih pada musim debut membuktikan bahwa ia mampu bersaing ketika motor dan ritme balap bekerja dengan baik.

Kini tugas berikutnya adalah mengubah tiket Q2 menjadi posisi start kompetitif. Jika hal itu tercapai, peluang melihat Veda kembali bertarung untuk poin besar di San Marino akan semakin terbuka.

Share This Article