Bek Dewa United FC, Johnathan Carlos Pereira Souza, menjadi sasaran serangan rasial di media sosial setelah pertandingan melawan Persib Bandung pada pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026. Meski menerima perlakuan tidak menyenangkan, respons sang pemain justru menuai simpati publik.
Serangan rasial di media sosial

Insiden bermula setelah laga yang berlangsung di Banten International Stadium, di mana Johnathan tampil sebagai starter selama 76 menit. Tak lama setelah pertandingan, ia menerima pesan bernada rasial melalui direct message (DM) Instagram pribadinya.
Alih-alih membalas dengan emosi, pemain asal Brasil itu memilih merespons dengan kalimat singkat namun penuh makna, “Semoga Tuhan memberkatimu,” yang kemudian ia unggah melalui Instagram Stories.
Laga dramatis yang berakhir imbang
Dalam pertandingan tersebut, Dewa United sempat berada di atas angin setelah unggul dua gol lebih dulu. Gol dicetak oleh Alex Martins pada menit ke-18 dan Ricky Kambuaya pada menit ke-64.
Namun, situasi berubah drastis setelah Alex Martins menerima kartu kuning kedua di menit yang sama, membuat tim harus bermain dengan 10 orang.
Keunggulan itu akhirnya sirna setelah Thom Haye mencetak gol lewat penalti di menit ke-76, disusul gol sundulan Andrew Jung pada menit ke-85 setelah menerima assist dari Eliano Reijnders.
Posisi klasemen sementara
Hasil imbang tersebut membuat Dewa United tertahan di peringkat ketujuh klasemen sementara dengan raihan 41 poin dari 28 pertandingan.
Sementara itu, Persib Bandung masih kokoh di puncak klasemen dengan 65 poin dari jumlah laga yang sama.
Perjalanan karier Johnathan
Johnathan Carlos Pereira Souza sendiri baru bergabung dengan Dewa United pada awal musim ini. Berposisi sebagai bek kanan, ia telah mencatatkan 12 penampilan sepanjang musim berjalan.
Sebelum berkarier di Indonesia, ia sempat bermain di sejumlah klub seperti CSKA 1948, serta klub-klub lain di Brasil, Ukraina, dan Bulgaria.
Kasus yang menimpa Johnathan menjadi pengingat bahwa isu rasisme masih menjadi tantangan serius dalam dunia sepak bola. Respons tenang yang ditunjukkan sang pemain justru memperlihatkan kedewasaan dan menjadi contoh positif di tengah situasi yang tidak menyenangkan.
