Graham Arnold Ungkap Kejanggalan Putaran 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia Disebut Dirugikan

Leonara
By
3 Min Read

Pelatih Timnas Irak, Graham Arnold, mengungkap sejumlah kejanggalan yang terjadi pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Ia menilai situasi tersebut tidak adil, bahkan menyebut Timnas Indonesia sebagai salah satu tim yang paling dirugikan dalam fase krusial tersebut.

Dalam sebuah wawancara di siniar The Howie Games, Arnold membahas kembali momen yang terjadi pada Oktober 2025. Saat itu, persaingan di Grup B berlangsung ketat antara Irak, Arab Saudi, dan Timnas Indonesia. Arab Saudi akhirnya lolos langsung ke Piala Dunia 2026, sementara Irak harus melanjutkan ke fase berikutnya, dan Indonesia tersingkir.

Salah satu hal yang menjadi sorotan utama adalah perubahan aturan penentuan klasemen. Arnold mengungkapkan bahwa awalnya penentuan posisi tidak hanya berdasarkan jumlah gol, namun dalam praktiknya terjadi perubahan yang membuat Arab Saudi unggul karena produktivitas gol lebih baik.

Tak hanya itu, kejanggalan juga terjadi dalam penunjukan tuan rumah pertandingan. Sebelumnya, seluruh tim mendapat informasi bahwa babak tersebut akan digelar di tempat netral. Namun, menjelang pelaksanaan, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) justru menunjuk Arab Saudi dan Qatar sebagai tuan rumah, yang tentu memberikan keuntungan besar bagi kedua negara tersebut.

Arnold menilai keputusan ini sangat merugikan tim lain, termasuk Timnas Indonesia. Ia bahkan secara terbuka menyatakan rasa prihatin terhadap skuad Garuda yang harus menghadapi situasi tidak ideal sejak awal pertandingan.

Selain faktor venue, jadwal pertandingan juga menjadi masalah serius. Timnas Indonesia harus menghadapi jadwal padat dengan waktu persiapan yang sangat terbatas. Beberapa pemain bahkan baru tiba mendekati hari pertandingan, sehingga kondisi fisik tim belum sepenuhnya siap saat menghadapi laga penting.

Situasi ini semakin kontras jika dibandingkan dengan keuntungan yang didapatkan tuan rumah. Arab Saudi memiliki waktu istirahat lebih panjang antar pertandingan, sementara Indonesia dan Irak harus bermain dengan jeda yang jauh lebih singkat. Hal ini dinilai menciptakan ketidakseimbangan kompetisi.

Selain itu, Arnold juga menyoroti aspek ranking FIFA dalam penentuan tuan rumah. Ia menyebut bahwa secara peringkat, Irak seharusnya memiliki peluang lebih besar dibanding Arab Saudi, namun keputusan akhir justru berbeda dan menimbulkan tanda tanya besar.

Secara keseluruhan, Arnold menegaskan bahwa putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia penuh dengan keputusan yang kontroversial. Ia menyebut kondisi tersebut tidak hanya merugikan Irak, tetapi juga Timnas Indonesia yang harus menerima dampak signifikan dari perubahan aturan, jadwal, dan lokasi pertandingan.

Pernyataan ini kembali memicu diskusi luas mengenai transparansi dan keadilan dalam penyelenggaraan kompetisi internasional, khususnya di kawasan Asia. Bagi Timnas Indonesia, pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting untuk menghadapi kompetisi di masa depan dengan persiapan yang lebih matang dan strategi yang lebih adaptif.

Share This Article